Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan teori belajar sibernetik dalam meningkatkan kemandirian dan kreativitas belajar peserta didik pada pembelajaran Bahasa Inggris di era Society 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain post-test only control group design. Sampel penelitian terdiri atas 113 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Jetis Kabupaten Ponorogo yang dibagi menjadi kelompok intervensi (59 peserta didik) dan kelompok kontrol (54 peserta didik). Kelompok intervensi diberikan pembelajaran berbasis teori belajar sibernetik yang menekankan pengolahan informasi, umpan balik, pemanfaatan teknologi, dan regulasi diri, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data kemandirian dan kreativitas belajar dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol baik pada variabel kemandirian belajar (p = 0,000) maupun kreativitas belajar (p = 0,004). Kelompok yang menerapkan pembelajaran sibernetik memiliki tingkat kemandirian dan kreativitas belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa teori belajar sibernetik efektif dalam meningkatkan kemandirian dan kreativitas peserta didik, sehingga relevan untuk diterapkan sebagai strategi pembelajaran inovatif yang mendukung tuntutan pendidikan di era 5.0.