Anak tunanetra merupakan anak yang mengalami gangguan pada indra penglihatannya, sehingga mengalami keterbatasan dalam menerima informasi secara visual termasuk dalam pembelajaran mengenal lambang bilangan. Keterbatasan tersebut membuat anak tunanetra mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran yang bersifat abstrak, oleh karenanya diperlukan suatu media yang bersifat konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media puzzle braille dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan braille pada anak tunanetra kelas IV di SLB Negeri Bekasi Jaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain yang digunakan adalah A-B-A dengan pendekatan single subject research (SSR). Subjek pada penelitian ini adalah satu anak tunanetra total (totally blind). Pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan tes menggunakan instrumen yang telah melalui uji validasi isi berupa expert judgement. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ditampilkan melalui grafik garis. Berdasarkan data yang telah dianalisis menunjukkan adanya perubahan yang lebih baik terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan braille 1-10 dibandingkan dengan kemampuan awal. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata atau mean level pada fase baseline 1 (A-1) adalah 40%, setelah diberikan perlakuan pada fase intervensi (B) rata-rata atau mean level mengalami peningkatan menjadi 91,09% dan rata-rata atau mean level pada fase baseline 2 (A-2) sebesar 73,75%. Maka dapat disimpulkan bahwa media puzzle braille berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan braille 1-10 pada anak tunanetra kelas IV di SLB Negeri Bekasi Jaya.