Mahmud, Afrijal
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL BERBASIS ANIMAKER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA SDN 101765 BANDAR SETIA Mahmud, Afrijal; Afriadi, Putra; Irsan, Irsan; Purnomo, Try Wahyu; Aulia, Sri Mustika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4118

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui mengetahui efektivitas media audio visual berbasis animaker terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran seni budaya SDN 101765 Bandar Setia. Populasi penelitian ini terdiri atas seluruh siswa kelas V SDN 101765 Bandar Setia, yang berjumlah 15 orang. Sampel penelitian yang diambil sama dengan jumlah populasi, yaitu 15 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan test hasil belajar, desain eksperimen Pretest-Posttest Control Group Design dengan tujuan untuk membandingkan peningkatan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media audio visual berbasis Animaker terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya di SDN 101765 Bandar Setia. Pada kelas eksperimen, nilai rata-rata siswa meningkat dari 53,00 (pretest) menjadi 80,67 (posttest) dengan N-Gain 0,55 (kategori sedang), sedangkan pada kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional, nilai rata-rata hanya meningkat dari 52,00 menjadi 66,00 dengan N-Gain 0,25 (kategori rendah). Hal ini menunjukkan bahwa media Animaker memberikan peningkatan hasil belajar yang lebih signifikan dibandingkan metode konvensional, serta mampu mendukung pemahaman materi secara lebih optimal, meskipun efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui dukungan sarana, pelatihan guru, dan pengembangan materi yang lebih bervariasi.