Hasil belajar matematika siswa sekolah dasar masih menjadi permasalahan penting, khususnya pada materi satuan panjang yang sering dianggap sulit dipahami karena bersifat abstrak. Berdasarkan observasi di SD Muhammadiyah 25 Medan, diketahui bahwa sebagian besar siswa kelas III belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu hanya 32% siswa yang tuntas. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih konkret dan menarik, salah satunya adalah media Tangga Satuan. Media ini dirancang untuk membantu siswa memahami konversi antar satuan panjang dengan cara visual dan sistematis, sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media Tangga Satuan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas III SD Muhammadiyah 25 Medan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas III yang berjumlah 36 orang, dengan teknik total sampling. Sampel terdiri atas 19 siswa kelas eksperimen (menggunakan media Tangga Satuan) dan 17 siswa kelas kontrol (menggunakan metode konvensional). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dan uraian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pre-test ke post-test pada kelas eksperimen dari 48,77 menjadi 79,64, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 47,89 menjadi 64,31. Uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penggunaan media Tangga Satuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa, khususnya pada materi satuan panjang.