Habillah, Ari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMERANAN TOKOH RAHMAN DALAM NASKAH ORANG-ORANG SETIA KARYA ISWADI PRATAMA Habillah, Ari; Irianto, Ikhsan Satria; Gustyawan, Tofan
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 4 No. 01 (2025): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v4i01.46988

Abstract

Naskah “Orang-orang Setia” karya Iswadi Pratama merupakan sebuah representasi naskah drama bergaya realisme sosial yang menekankan dialektika idealisme dan pragmatisme pada konflik kemiskinan. Tulisan ini memiliki fokus bagaimana proses pemeranan tokoh Rahman sebagai kaum proletar yang menjadi pusat penggerak cerita dalam naskah ini. Tujuan dari penulisan ini: (1) mewujudkan tokoh Rahman menggunakan teori dan metode pemeranan yang komprehensif; dan (2) mendata proses kreatif penciptaan pemeranan yang autentik. Metodologi proses pemeranan dalam tulisan ini menggunakan pendekatan keaktoran psikologis (Inner Act) dari Constantin Stanislavsky yang diterapkan melalui tahapan sistematis: (1) Analisis tekstual secara komprehensif untuk mengidentifikasi penokohan tokoh Rahman; (2) Mengidentifikasi kontekstual untuk memahami sosiologis tokoh secara komprehensif; serta (3) eksplorasi fisik dan vokal secara intens untuk memanifestasikan perilaku tokoh yang autentik. Temuan utama dalam tulisan ini adalah konsepsi tokoh rahman sebagai karakter yang merepresentasikan keteguhan prinsip dibagian luar, namun menyembunyikan kerapuhan mental dan keyakinan didalamnya. Hal tersebut diwujudkan melalui fisikal dan vokal tokoh Rahman yang menyimpan beban psikologis. Tantangan utama dalam proses ini adalah penyajian komplesitas psikologis tokoh Rahman dalam tiap-tiap adegan. Secara keseluruhan, implementasi metode Inner Act Stanislavsky pada aktor dalam naskah ini tidak hanya menghasilkan validitas tekstual, namun eksplorasi psikologis yang mampu diwujudkan melalui aksi fisik sehingga menciptakan karakter yang autentik dalam naskah ini dapat tercapai, dan mampu merefleksikan dengan efektif tentang isi pada naskah ini.