Usaha budidaya ikan lele memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, namun masih dihadapkan pada berbagai permasalahan operasional, salah satunya pada proses panen dan penyortiran ikan yang belum terintegrasi dan efisien. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas kerja, meningkatkan risiko stres dan kerusakan ikan, serta berdampak pada keselamatan kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat penyortiran ikan lele yang lebih efisien, ergonomis, dan terintegrasi dengan proses panen guna mendukung peningkatan kinerja operasional usaha budidaya ikan lele. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha, yang selanjutnya dikuantifikasi menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Hasil analisis tersebut kemudian dirumuskan menjadi alternatif strategi pengembangan melalui TOWS Matrix. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung di lokasi budidaya, wawancara dengan pemilik usaha, serta pengumpulan data pendukung terkait proses operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan lele memiliki kekuatan internal yang cukup baik dan peluang eksternal yang besar, meskipun masih menghadapi beberapa kelemahan dan ancaman. Strategi yang paling relevan berdasarkan TOWS Matrix adalah perancangan ulang alat penyortiran ikan lele yang terintegrasi dengan proses panen. Desain ulang alat ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi risiko stres dan kerusakan ikan, memperbaiki aspek ergonomi dan keselamatan kerja, serta mendukung keberlanjutan dan daya saing usaha budidaya ikan lele.