Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Honey Price Classification using K-Nearest Neighbor Machine Learning Budi Aribowo; Aprilia Tri Purwandari; Tsabitah, Nimah; Reudinta Zesha; Dwi Astharini
Journal of Scientific Insights Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jsi.v2i1.222

Abstract

The global honey market faces significant challenges due to price inconsistencies, which often do not correlate with the actual quality of the honey. This research aims to develop a honey price classification model based on quality using the K-Nearest Neighbor (K-NN) machine learning method. The contribution in this research is a machine learning model that can classify honey prices validated by measured variables of honey concentration. Data was collected on 14 types of honey, focusing on price per 100 ml, pcategorized into 'cheap' and 'expensive' classifications. Data processing includes statistical testing using T-Test to determine the significance of price differences, followed by applying the K-NN algorithm for classification. Model performance is evaluated using metrics such as accuracy, the Receiver Operating Characteristic (ROC) curve, a graph used to evaluate the performance of binary classification models, and the Area Under the Curve (AUC). The results show that the K-NN model achieves an optimal accuracy of 100% and an AUC of 1.00 when the K parameter is set to 3, indicating excellent classification ability. It is hoped that these findings will increase market transparency, set fairer price standards, and help consumers and producers in making decisions in purchasing honey.
Perancangan Alat Sortir Ikan Lele untuk Mengurangi Tingkat Kematian dan Beban Kerja Pekerja Menggunakan Pendekatan Seven Tools Quality Control Safwanizhan; Ade Putra Biyantoro; Nur Saumi Indana Zulfah; Rahmat Giant Nanda; Aprilia Tri Purwandari; Sopian Maulana
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya ikan lele merupakan salah satu sektor perikanan air tawar yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mendukung perekonomian masyarakat. Namun, pada praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan teknis yang memengaruhi efisiensi operasional, salah satunya pada proses penyortiran ikan lele. Proses penyortiran yang masih dilakukan secara manual menyebabkan waktu kerja yang lama, beban kerja fisik yang tinggi, serta meningkatkan risiko stres dan kematian ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama tingginya tingkat kematian ikan lele serta merancang solusi perbaikan berupa alat sortir lele yang lebih efisien dan ergonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Seven Tools Quality Control, yang meliputi check sheet, diagram Pareto, dan diagram sebab-akibat (fishbone), serta dilanjutkan dengan analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa kematian ikan lele merupakan faktor dominan penyebab selisih antara jumlah bibit yang dibeli dan jumlah ikan yang terjual. Proses penyortiran lele secara manual teridentifikasi sebagai penyebab utama dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi dibandingkan faktor lainnya, seperti overfeeding dan kesalahan penggunaan alat ukur pH. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan perancangan alat sortir lele yang diharapkan mampu mempercepat proses penyortiran, mengurangi beban kerja pekerja, serta menurunkan tingkat kematian ikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan efisiensi operasional dan kualitas produksi pada usaha budidaya ikan lele skala kecil hingga menengah.
Perancangan Ulang Alat Penyortiran Ikan Lele Menggunakan Metode SWOT, Analisis IFE–EFE, dan TOWS Matrix Nanda, Rahmat Giant; Ade Putra Biyantoro; Nur Saumi Indana Zulfa; Safwanizhan; Aprilia Tri Purwandari; Sopian Maulana
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha budidaya ikan lele memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, namun masih dihadapkan pada berbagai permasalahan operasional, salah satunya pada proses panen dan penyortiran ikan yang belum terintegrasi dan efisien. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas kerja, meningkatkan risiko stres dan kerusakan ikan, serta berdampak pada keselamatan kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat penyortiran ikan lele yang lebih efisien, ergonomis, dan terintegrasi dengan proses panen guna mendukung peningkatan kinerja operasional usaha budidaya ikan lele. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha, yang selanjutnya dikuantifikasi menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Hasil analisis tersebut kemudian dirumuskan menjadi alternatif strategi pengembangan melalui TOWS Matrix. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung di lokasi budidaya, wawancara dengan pemilik usaha, serta pengumpulan data pendukung terkait proses operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan lele memiliki kekuatan internal yang cukup baik dan peluang eksternal yang besar, meskipun masih menghadapi beberapa kelemahan dan ancaman. Strategi yang paling relevan berdasarkan TOWS Matrix adalah perancangan ulang alat penyortiran ikan lele yang terintegrasi dengan proses panen. Desain ulang alat ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi risiko stres dan kerusakan ikan, memperbaiki aspek ergonomi dan keselamatan kerja, serta mendukung keberlanjutan dan daya saing usaha budidaya ikan lele.
Pembuatan Alat Penanam Padi Otomatis dan Estimasi Biaya Produksi Raharjo, Fabian Trama; Aprilia Tri Purwandari; Muhammad Ibrohim Hasan; Ajeng Anindya Maheswari; Niken Parwati; Ahmad Juang Pratama
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman padi secara tradisional merupakan proses yang menuntut fisik dan padat karya yang seringkali menyebabkan inefisiensi operasional serta postur ergonomi yang buruk bagi petani. Meskipun modernisasi pertanian sangat penting, data menunjukkan bahwa tingkat adopsi mesin modern di Indonesia masih rendah pada angka 46,84%, terutama disebabkan oleh biaya yang mahal dan keterbatasan akses peralatan komersial bagi petani kecil. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang dan memanufaktur alat rice transplanter manual yang ergonomis, efisien, dan terjangkau guna meningkatkan produktivitas petani secara signifikan. Metodologi penelitian menerapkan pendekatan pengembangan produk secara sistematis, diawali dengan benchmarking terhadap produk existing untuk mengidentifikasi celah desain dan mencapai konfigurasi optimal. Tahapan perancangan teknik didukung secara ketat oleh perangkat teknik industri, meliputi pembuatan gambar teknis serta penyusunan Bill of Material (BOM), Operation Process Chart (OPC), dan Assembly Chart (AC) untuk menganalisis estimasi biaya dan waktu produksi secara akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu unit alat rice transplanter dapat diproduksi dengan waktu siklus produksi yang ringkas, yaitu 164 menit (sekitar 2,73 jam). Total biaya produksi tercatat sebesar Rp 4.213.990, angka yang jauh lebih ekonomis dibandingkan transplanter bermesin di pasaran. Penelitian ini berkontribusi dengan menyediakan desain teknologi tepat guna yang tervalidasi beserta analisis manufakturnya, sehingga dapat menjadi acuan praktis untuk fabrikasi peralatan pertanian berbiaya rendah secara lokal.