Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dalam kegiatan pertanian menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, seperti pencemaran tanah dan air, resistensi hama, serta gangguan terhadap organisme non-target. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian hama yang lebih aman, efektif, dan ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari ekstrak bagian-bagian tertentu tumbuhan, seperti daun, buah, biji, atau akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas daun sirsak (Annona muricata L.) sebagai pestisida nabati dalam menekan intensitas serangan hama tanaman melalui kajian berbagai hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah, jurnal penelitian, serta sumber relevan lainnya yang membahas kandungan senyawa aktif daun sirsak dan pengaruhnya terhadap hama tanaman. Berdasarkan hasil kajian pustaka, daun sirsak mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, glikosida, annonain, dan acetogenin yang berfungsi sebagai racun perut, racun kontak, serta antifeedant bagi berbagai jenis serangga hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak efektif menyebabkan kematian beberapa jenis hama seperti walang sangit, kutu putih, dan ulat grayak, dengan tingkat mortalitas mencapai 90–100 persen pada konsentrasi tertentu. Dengan demikian, daun sirsak memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pestisida nabati yang ekonomis, efektif, serta ramah lingkungan guna mendukung sistem pertanian berkelanjutan