p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SAINTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SAINTEK

Pemanfaatan Ekstrak Alami Sebagai Alternatif Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Parsial pada Kultur Jaringan Tanaman: Tinjauan Efektivitas Air Kelapa Muda, Air Rebusan Kacang Hijau, dan Pisang Masak Hasna Fitria; Mega Aulia Putri; Ilmiasa Saliha; Tri Ulfa Agustiyani
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya harga dan keterbatasan pasokan zat pengatur tumbuh (ZPT) sintetis seperti Benzyl Amino Purine (BAP) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA) menjadi penghambat utama dalam skala komersial teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas ekstrak alami yaitu air kelapa muda, air rebusan kacang hijau/kecambah, dan pisang masak sebagai alternatif parsial atau suplemen ZPT dalam media kultur jaringan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai jurnal dan publikasi ilmiah terkait. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa ekstrak alami memiliki potensi besar. Air kelapa muda kaya akan sitokinin alami (zeatin), efektif memacu multiplikasi tunas dan pembelahan sel. Ekstrak kacang hijau, yang mengandung auksin (IAA) dan vitamin, menunjukkan peran signifikan dalam inisiasi perakaran dan elongasi. Sementara itu, pisang masak bertindak sebagai sumber nutrisi kompleks dan ZPT (auksin, giberelin). Pemanfaatan bahan-bahan ini terbukti dapat mengurangi ketergantungan pada ZPT sintetis, menurunkan biaya produksi, dan mendukung pengembangan teknik kultur jaringan yang lebih berkelanjutan.
LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SEBAGAI PESTISIDA NABATI TERHADAP INTENSITAS SERANGAN HAMA TANAMAN Alvina Damayanti; Najma Farihatunnufus; Ilmiasa Saliha; Tri Ulfa Agustiyani; Nasya Nanditha
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dalam kegiatan pertanian menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, seperti pencemaran tanah dan air, resistensi hama, serta gangguan terhadap organisme non-target. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian hama yang lebih aman, efektif, dan ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari ekstrak bagian-bagian tertentu tumbuhan, seperti daun, buah, biji, atau akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas daun sirsak (Annona muricata L.) sebagai pestisida nabati dalam menekan intensitas serangan hama tanaman melalui kajian berbagai hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah, jurnal penelitian, serta sumber relevan lainnya yang membahas kandungan senyawa aktif daun sirsak dan pengaruhnya terhadap hama tanaman. Berdasarkan hasil kajian pustaka, daun sirsak mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, glikosida, annonain, dan acetogenin yang berfungsi sebagai racun perut, racun kontak, serta antifeedant bagi berbagai jenis serangga hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak efektif menyebabkan kematian beberapa jenis hama seperti walang sangit, kutu putih, dan ulat grayak, dengan tingkat mortalitas mencapai 90–100 persen pada konsentrasi tertentu. Dengan demikian, daun sirsak memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pestisida nabati yang ekonomis, efektif, serta ramah lingkungan guna mendukung sistem pertanian berkelanjutan