Latar belakang: Tingginya prevalensi merokok pada pasien yang menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum meningkatkan risiko gangguan jalan napas, sehingga diperlukan manajemen airway yang tepat untuk mencegah komplikasi dan menjaga keselamatan pasien. Tujuan: Untuk mengetahui manajemen airway pasien riwayat merokok yang dilakukan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) menggunakan anestesi umum di RSUD Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan multiple case study, melibatkan tiga pasien dengan riwayat merokok yang menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum di RSUD Sleman, yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan format pengkajian asuhan kepenataan anestesi sesuai standar IPAI sebagai instrumen utama, serta didukung data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan melalui individual case analysis dan cross case analysis. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen airway menggunakan LMA pada tiga pasien dengan riwayat merokok yang menjalani Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum berhasil mengatasi risiko anestesi, termasuk kesulitan intubasi, gangguan respirasi dan kardiovaskular, serta kegawatan jalan napas pasca operasi, dengan hasil akhir kondisi vital stabil dan jalan napas paten. Kesimpulan: Manajemen airway pada pasien dengan riwayat merokok yang menjalani prosedur Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum efektif melalui penggunaan Laryngeal Mask Airway (LMA).