Status gizi balita menjadi salah satu indikator penting untuk menilai permasalahan gizi anak di Indonesia. Faktor pengetahuan ibu, Pendidikan ibu, serta pendapatan keluarga berperan penting dalam menentukan kecukupan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan pendapatan keluarga dengan status gizi balta di Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 65 ibu yang memiliki balita usia 6-59 bulan, dipilih menggunakan teknik sampling simple random sampling. Data dikumpukan melalui kuesioner untuk variabel pengetahuan, pendidikan, dan pendapatan keluarga, serta menggunakan data sekunder KMS untuk berat badan dan tinggi badan balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,389), namun terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p = 0,027) dan pendapatan keluarga (p = 0,009) dengan status gizi balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi balita, sedangkan pengetahuan ibu tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Balita dengan ibu berpendidikan tinggi dan pendapatan keluarga tinggi cenderung memiliki status gizi normal. Diperlukan upaya peningkatan edukasi gizi yang disertai dengan pemberdayaan ekonomi keluarga untuk memperbaiki status gizi balita.