Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Kepala Sekolah Sebagai Leader Dalam Meningkatkan Profesional Guru Pendidikan Agama Islam Jasmidar; Ali Murtopo; Nurkomariah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengakaji tentang Peran Kepala Sekolah Sebagai Leader Dalam Meningkatkan Profesional Guru Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian library riset. Teknik pengumpulan data dengan menghimpun berbagai referensi berupa buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan fokus kajian. Adapun teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, yaitu proses penyederhanaan dan pemilahan data yang telah dikumpulkan, kemudian penyajian data dalam bentuk yang sistematis, serta tahap verifikasi atau penarikan kesimpulan berdasarkan hasil analisis tersebut dari data yang telah didapatkan yang berkaitan dengan tema artikel. Hasil penenilitian ini adalah; Kepala sekolah memiliki peran strategis dan sentral dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas melalui kepemimpinan yang efektif. Kepemimpinan ini mencakup fungsi sebagai pendidik, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator, dan motivator, yang tidak hanya mengelola administrasi tetapi juga membimbing, memotivasi, dan mengembangkan profesionalisme guru. Keberhasilan kepemimpinan dipengaruhi oleh kepribadian, pengetahuan, pemahaman tujuan pendidikan, serta keterampilan profesional, termasuk kemampuan teknis, hubungan manusia, dan berpikir konseptual. Guru profesional yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial, serta kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik, akan mampu melaksanakan tugas pendidikan secara optimal. Dukungan kepala sekolah, sarana-prasarana memadai, disiplin, dan iklim kerja yang kondusif menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu guru dan pembelajaran. Dengan kepemimpinan yang profesional dan komprehensif, kepala sekolah mampu menggerakkan seluruh sumber daya sekolah, mendorong inovasi, menciptakan lingkungan belajar produktif, serta memastikan tercapainya tujuan pendidikan secara maksimal.
Strategi Kepala Madrasah Dalam Menghadapi Keterbatasan Sarana Dan Prasarana Di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Wasilatul Jannah Sarah, Siti; Nurkomariah; Agung Setiabudi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Wasilatul Jannah dalam menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, serta mengidentifikasi upaya manajerial yang dilakukan untuk menjaga efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan kepala madrasah dan guru, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan tiga strategi utama: Optimalisasi sarana dan prasarana dengan menetapkan skala prioritas penggunaan ruang kelas yang masih layak guna menjamin keselamatan santri; Peningkatan partisipasi dan kepedulian warga madrasah melalui komunikasi intensif dan forum musyawarah; dan Manajemen pembelajaran secara kolaboratif yang melibatkan fleksibilitas jadwal dan kerja sama antar guru dalam mengelola kelas. Meskipun dihadapkan pada kendala ruang kelas yang rusak, minimnya media pembelajaran, dan keterbatasan finansial, kepemimpinan yang adaptif dan kreatif terbukti mampu menjaga keberlangsungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital Nurlaila; Nurmadiah; Nurkomariah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah upaya peningkatan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam di tengah perkembangan era digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library research) melalui analisis literature review guna memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap permasalahan yang dikaji. Metode ini dipilih karena memungkinkan pengumpulan data secara sistematis dari berbagai sumber tertulis yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, serta peraturan perundang-undangan, tanpa melibatkan pengamatan langsung di lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran merupakan hasil dari keterpaduan dan hubungan yang bersifat sistemik serta sinergis antara pendidik, peserta didik, kurikulum, bahan ajar, media pembelajaran, dan sistem pembelajaran dalam menghasilkan proses serta capaian belajar yang optimal sesuai dengan tuntutan pendidikan. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi yang memberikan kemudahan dalam proses belajar, pemanfaatan media pembelajaran digital diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi. Pada abad ke-21 yang ditandai oleh kemajuan teknologi digital, peran teknologi dalam transformasi pendidikan Islam semakin signifikan dan relevan. Teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara belajar, berinteraksi, serta mengakses informasi. Dalam konteks pendidikan Islam, teknologi digital memiliki potensi yang luas untuk memperkaya dan meningkatkan pengalaman pembelajaran keagamaan. Perkembangan ini menjadikan pendidikan Islam lebih mudah diakses, interaktif, dan inklusif. Melalui platform daring, aplikasi seluler, dan media sosial, sumber-sumber pendidikan Islam dapat diakses secara global sehingga memungkinkan individu dari berbagai wilayah untuk memperluas dan memperdalam pemahaman keislaman. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran interaktif berbasis teknologi, seperti video, animasi, dan simulasi, dapat membantu peserta didik memahami konsep-konsep keagamaan secara lebih efektif.
Kompetensi Sosial Kepala Madrasah Di Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama II Tembilahan Hulu Pahrorozy; Nurmadiah; Nurkomariah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi sosial kepala madrasah merupakan kemampuan kepala madrasah untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efesien, baik dengan peserta didik, guru, orang tua/wali, dan masyarakat sekitar, sehingga kepala madrasah yang memiliki kompetensi sosial akan tampak menarik, empati, kolaboratif, suka menolong, menjadi panutan, komunikatif, dan kooperatif. Kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat diterima ditengah-tengah lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II, Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II Tembilahan Hulu. Teknik pengumpulan data ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II sudah terlaksana dengan sangat baik, dan kepala madrasah senantiasa mempertahankan terus meningkatkan, mengevaluasi hasil-hasil kerjasama yang dilakukan dengan pihak madrasah dan lingkungan masyarakat dan meningkatkan kepekaan sosial untuk kepentingan madrasah, agar kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II dapat terlaksana dengan maksimal.