Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Efektivitas Pembinaan Akhlak Santri di Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya Desa Pengalihan Kecamatan Keritang Darmia, Andi; Nurmadiah; Indrawan, Irjus
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v1i2.70

Abstract

Efektivitas merupakan kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembinaan akhlak santri dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat efektivitas pembinaan akhlak santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah pimpinan pondok pesantren, sedangkan guru dan santri dijadikan sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak santri secara garis besar sudah terlaksana, akan tetapi belum secara maksimal. Karena masih seringnya santri melanggar aturan seperti kedisplinan dalam beribadah, berzikir dan kejujuran santri putra berupa merokok secara diam-diam, keluar tanpa menggunakan kaos kaki, bahkan santri yang membawa alat elektronik berupa handphone. Namun pelanggaran ini masih bersifat hal yang wajar, karena masih bisa diatasi dengan hukuman dan sebagai peringatan kepada santri bahwa tindakan ini tidak dibenarkan. cara mengatasi hambatan ini adalah adanya dukungan wali santri dalam pembinaan yang diberikan kepada santri
Gaya Penanganan Konflik di SMPN Satu Atap Teluk Kelasa Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Marlina, Ana; Nurmadiah; Indrawan, Irjus
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v1i1.71

Abstract

Konflik merupakan interaksi antara dua orang yang saling bergantung namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana gaya penanganan konflik dan apa saja faktor penghambat dan faktor pendukung yang dihadapi kepala sekolah mengatasi gaya penanganan konflik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, sedangkan guru dan siswa sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Taknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diuraikan bahwa gaya penanganan konflik yakni kepala sekolah menunjukkan pemahaman tentang kompleksitas konflik dengan memberikan waktu yang sesuai tergantung pada kompleksitas dan urgensi konflik, kepala sekolah berupaya memulai proses penyelesaian konflik secepat mungkin dan memberikan cukup waktu bagi semua pihak untuk berkolaborasi dalam mencari solusi yang baik. Kepala sekolah tidak placating, dan mempertimbangkan keadilan, kebijakan sekolah, dan kesejahteraan seluruh komunitas dalam mencari solusi yang adil, kepala sekolah juga mencerminkan sikap yang menghindari gaya mendominasi dan intimidasi dalam menyelesaikan konflik. Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam gaya penanganan konflik, diantaranya adalah, faktor pendukung dalam menangani konflik mencakup komunikasi yang baik, kebijakan sekolah yang mendukung, keterampilan staf, partisipasi aktif orang tua dan siswa, serta ketersediaan sumber daya yang memadai. Faktor penghambat dalam menangani konflik mencakup kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya penyelesaian konflik secara damai, pengaruh faktor eksternal, kurangnya keterampilan dalam mengelola konflik, serta ketegangan atau perbedaan yang mendalam antara pihak-pihak yang terlibat
Implementasi Kurikulum Pondok Pesantren di MTS Sa’adatuddaraein Suhada Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir Oftania, Maria; Nurmadiah; Asmariani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v1i1.72

Abstract

Kurikulum pondok pesantren memiliki perbedaan dengan sekolah umum, dan bahkan terdapat perbedaan antara satu pondok pesantren dengan pesantren lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi kurikulum pondok pesantren dan untuk mengetahui apa faktor penghambat dan faktor pendukung dalam implementasi kurikulum pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif, Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, sedangkan guru dan siswa dijadikan sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: pertama, pola I: materi agama yang diajarkan berasal dari kitab-kitab klasik (kitab kuning) dan metode pembelajarannya menggunakan wetonan dan sorogan. pola II: pendekatan pembelajaran dilaksanakan secara klasikal dan non-klasikal. pola III: kurikulum telah ditambahi dengan mata pelajaran umum dan aneka kegiatan ketrampilan, kesenian, organisasi. pola IV: menitik beratkan pembelajaran ketrampilan disamping agama. pola V: pengajaran kitab klasik menjadi bagian penting dari pembelajaran di MTs Saadatudarein. a) Pesantren mengadopsi model madrasah. b) Kurikulum pesantren di bagi menjadi dua bagian, yaitu kurikulum pesantren dan kurikulum pemerintah dengan modifikasi materi agama. c) Ada juga pesantren menyelenggarakan sekolah umum dengan kurikulum yang mengikuti kementerian pendidikan dan kebudayaan. d) ada pesantren yang menyusun kurikulum pendidikan agama mereka sendiri. Kedua: faktor pedukungnya adalah dukungan dari pihak masyarakat, terpenuhinya kebutuhan pangan santri, kualitas guru dan staf memadai, komitmen kuat dari pengelola, partisipasi aktif santri. Sedangkan faktor penghambatnya adalah, kurangnya dukungan dari Orang Tua/Wali Murid, perubahan regulasi pendidikan, tantangan teknis, teknis ini dapat mempengaruhi kelancaran pelaksanaan kurikulum. Perbedaan pandangan dan opini, resistensi terhadap perubahan, kurangnya pelatihan dan pembekalan, tantangan pengukuran dan evaluasi
Peran Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Mutu Pendidikan Yang Berkelanjutan M. Sopyan; Maimunah; Nurmadiah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang peran kepala sekolah dalam mewujudkan mutu pendidikan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur dari buku ilmiah, artikel jurnal, publikasi akademik, dan dokumen resmi yang membahas terkait tentang peran kepala sekolah dalam mewujudkan mutu pendidikan yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian ini menggambarkan bahwa keberhasilan mutu pendidikan sangat ditentukan oleh efektivitas kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah yang profesional dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya pendidikan berkualitas, strategi peningkatan mutu dan produktivitas sekolah, serta kemampuan mengelola sekolah secara efektif dan berkelanjutan. Hal tersebut tercermin dalam kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, sosial, dan profesional yang harus dimiliki kepala sekolah sebagaimana diamanatkan dalam regulasi pendidikan nasional. Dalam menjalankan perannya, kepala sekolah tidak hanya bertindak sebagai pemimpin (leader), tetapi juga sebagai pendidik (educator), manajer, administrator, supervisor, inovator, motivator, figur teladan, dan mediator. Upaya peningkatan mutu pendidikan memerlukan penerapan manajemen mutu secara sistematis dan berkelanjutan, antara lain melalui pendekatan siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act). Mutu pendidikan tidak hanya diukur dari hasil akademik, tetapi juga dari prestasi nonakademik, efektivitas proses, efisiensi pengelolaan, inovasi, serta kualitas kehidupan kerja warga sekolah. Dengan demikian, kepala sekolah sebagai pemimpin strategis memiliki peran kunci dalam mewujudkan mutu pendidikan yang berkelanjutan. Kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, profesional, partisipatif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan akan mampu menciptakan sekolah yang bermutu, memenuhi standar nasional pendidikan, serta menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, dan berdaya saing sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Mardani; Nurmadiah; Agung Setiabudi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4787

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti lebih mendalam tentang Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru. Penelitian ini menerapkan metode studi kepustakaan (library research), yaitu teknik pengumpulan data yang bersumber dari berbagai bahan tertulis, seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, serta dokumen lain yang relevan dengan fokus penelitian. Teknik pengumpulan data dalam artikel ini dengan menghimpun berbagai referensi berupa buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan fokus kajian. Selanjutnya, sumber-sumber tersebut dianalisis secara mendalam untuk memperoleh kesimpulan yang relevan dengan tema penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, yaitu proses penyederhanaan dan pemilahan data yang telah dikumpulkan, kemudian penyajian data dalam bentuk yang sistematis, serta tahap verifikasi atau penarikan kesimpulan berdasarkan hasil analisis tersebut dari data yang telah didapatkan yang berkaitan dengan tema artikel. Hasil penelitian ini adalah; strategi kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja guru sebagai upaya mewujudkan mutu pendidikan yang optimal. Strategi tidak hanya dipahami sebagai perencanaan, tetapi sebagai rangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, penguasaan kompetensi profesional, serta pendekatan yang sistematis dan humanistik. Kinerja guru juga diukur melalui lima indikator, yaitu kualitas kerja, kecepatan dan ketepatan, inisiatif dalam bekerja, kemampuan kerja, dan komunikasi. Dengan demikian, semakin baik strategi dan kepemimpinan kepala sekolah maka semakin tinggi pula kinerja guru dan keberhasilan sekolah secara keseluruhan.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital Nurlaila; Nurmadiah; Nurkomariah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah upaya peningkatan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam di tengah perkembangan era digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library research) melalui analisis literature review guna memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap permasalahan yang dikaji. Metode ini dipilih karena memungkinkan pengumpulan data secara sistematis dari berbagai sumber tertulis yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, serta peraturan perundang-undangan, tanpa melibatkan pengamatan langsung di lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran merupakan hasil dari keterpaduan dan hubungan yang bersifat sistemik serta sinergis antara pendidik, peserta didik, kurikulum, bahan ajar, media pembelajaran, dan sistem pembelajaran dalam menghasilkan proses serta capaian belajar yang optimal sesuai dengan tuntutan pendidikan. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi yang memberikan kemudahan dalam proses belajar, pemanfaatan media pembelajaran digital diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi. Pada abad ke-21 yang ditandai oleh kemajuan teknologi digital, peran teknologi dalam transformasi pendidikan Islam semakin signifikan dan relevan. Teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara belajar, berinteraksi, serta mengakses informasi. Dalam konteks pendidikan Islam, teknologi digital memiliki potensi yang luas untuk memperkaya dan meningkatkan pengalaman pembelajaran keagamaan. Perkembangan ini menjadikan pendidikan Islam lebih mudah diakses, interaktif, dan inklusif. Melalui platform daring, aplikasi seluler, dan media sosial, sumber-sumber pendidikan Islam dapat diakses secara global sehingga memungkinkan individu dari berbagai wilayah untuk memperluas dan memperdalam pemahaman keislaman. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran interaktif berbasis teknologi, seperti video, animasi, dan simulasi, dapat membantu peserta didik memahami konsep-konsep keagamaan secara lebih efektif.
Implementasi Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nurhazilna; Nurmadiah; Suryani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih mendalam tentang strategi manajemen kelas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian perpustakaan (library research) yang berfokus pada analysis literature review untuk menggali informasi mendalam terkait. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan pengumpulan data secara sistematis dari berbagai sumber tertulis yang relevan, seperti buku, jurnal, artikel ilmiah. Teknik pengumpulan data dalam artikel ini dengan cara menghimpun berbagai referensi berupa buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan fokus kajian. Adapun teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, yaitu proses penyederhanaan dan pemilahan data yang telah dikumpulkan, kemudian penyajian data dalam bentuk yang sistematis, serta tahap verifikasi atau penarikan kesimpulan berdasarkan hasil analisis tersebut dari data yang telah didapatkan yang berkaitan dengan tema artikel. Hasil penelitian ini secara keseluruhan adalah; strategi manajemen kelas memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Melalui lingkungan belajar yang tertib, interaktif, dan berlandaskan nilai-nilai islami, guru mampu mendorong peserta didik mencapai perkembangan optimal baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Keberhasilan manajemen kelas pada akhirnya akan mempengaruhi mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara keseluruhan.
Pelaksanaan Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektivitas Proses Pembelajaran IPA Kelas VII1 di SMP Negeri 02 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir Maryati; Ali Murtopo; Nurmadiah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran kelas VII1 di SMP Negeri 02 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir dan untuk mengetahu faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran IPA kelas VII1 di SMP Negeri 02 Tembilahan Hulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi dan analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi maka diperoleh kesimpulan yakni; Pertama, upaya yang dilakukan oleh guru IPA dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif sudah diterapkan dengan cara hangat dan akrab pada anak didik, tantangan, bervariasi seperti penggunaan alat atau media, keluwesan pengajaran, penekanan pada hal-hal yang positif dan menanamkan disiplin diri sendiri dan pelaksanaan tanggung jawab. Oleh karena itu seorang guru harus mampu mengupayakan agar pembelajaran dikelas dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan kondusif sehingga siswa senantiasa memperhatikan guru ketika mengajar di kelas. Kedua, Faktor pendukungnya meliputi, Sikap hangat dan antusiasnya Guru IPA, metode pembelajaran yang inovatif, lingkungan sekolah yang kondusif dan nyaman. Faktor Penghambat meliputi, Kurangnya kesadaran siswa dalam memotivasi diri sendiri, kurangnya disiplin dalam mengerjakan tugas, kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga.
Kompetensi Sosial Kepala Madrasah Di Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama II Tembilahan Hulu Pahrorozy; Nurmadiah; Nurkomariah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi sosial kepala madrasah merupakan kemampuan kepala madrasah untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efesien, baik dengan peserta didik, guru, orang tua/wali, dan masyarakat sekitar, sehingga kepala madrasah yang memiliki kompetensi sosial akan tampak menarik, empati, kolaboratif, suka menolong, menjadi panutan, komunikatif, dan kooperatif. Kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat diterima ditengah-tengah lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II, Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II Tembilahan Hulu. Teknik pengumpulan data ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II sudah terlaksana dengan sangat baik, dan kepala madrasah senantiasa mempertahankan terus meningkatkan, mengevaluasi hasil-hasil kerjasama yang dilakukan dengan pihak madrasah dan lingkungan masyarakat dan meningkatkan kepekaan sosial untuk kepentingan madrasah, agar kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II dapat terlaksana dengan maksimal.
Program Pembentukan Karakter Di MTs Nurul Huda Tasik Raya Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir Rukayah, Siti; Suryani; Nurmadiah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Program Pembentukan Karakter di MTs Nurul Huda Tasik Raya Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir dan faktor penghambat dan faktor pendukungnya, adapun metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data Observasi, wawancara dan dokumentasi, Subjek dalam penelitian ini adalah I orang Waka Kurikulum, 1 Orang guru dan 1 orang peserta didik di MTs Nurul Huda Tasik Raya Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pembentukan Karakter di madrasah ini dilakukan dengan pendekatan yang sangat baik, bersifat kolaboratif dan sistematis. Proses pengembangan melibatkan kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru, dan peserta didik. Kepala madrasah berperan dalam mengidentifikasi masalah karakter dan menyusun langkah pemecahan melalui musyawarah dan observasi. Kurikulum yang ada mengintegrasikan nilai-nilai moral seperti kejujuran dan tanggung jawab ke dalam setiap mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Pembiasaan, keteladanan dari guru, serta kegiatan religius dan sosial secara rutin menjadi strategi utama dalam pelaksanaan kurikulum ini. Evaluasi dilakukan secara sistematis melalui observasi dan penilaian diri untuk mengukur pencapaian pendidikan karakter. Faktor pendukung utama dalam pengembangan kurikulum pendidikan karakter meliputi kolaborasi antara guru, kepala madrasah, orang tua, dan masyarakat, serta adanya lingkungan sekolah yang religius dan budaya positif di antara siswa. Namun, faktor penghambat yang dihadapi adalah latar belakang keluarga yang kurang mendukung dan pengaruh negatif penggunaan gadget yang berlebihan.