Paskila, Chesa Vira
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI DESA PARIT KELADI KECAMATAN SUNGAI KAKAP Paskila, Chesa Vira; Yurisinthae, Erlinda; Pamela, Pamela
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1860

Abstract

Desa Parit Keladi merupakan desa yang terletak di wilayah Kecamatan Sungai Kakap Di Kabupaten Kuburaya yang dahulu dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Kabupaten Kubu Raya, kini mengalami fluktuasi produksi padi yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi dan faktor- faktor produksi yang mempengaruhi risiko usahatani padi sawah di Desa Parit Keladi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dimana data primer dan sekunder dikumpulkan sebagai sumber informasi. Jumlah sampel adalah sebanyak 86 responden petani padi sawah yang ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Dalam penelitian ini, tingkat risiko produksi diukur dengan menggunakan coefficient variation (CV), sedangkan pengaruh faktor-faktor produksi terhadap risiko dianalisis melalui regresi linier berganda menggunakan pendekatan fungsi varians produksi yang dikembangkan oleh Just dan Pope. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai coefficient variation (CV) sebesar 63,07% yang mengindikasikan risiko produksi usahatani padi sawah tergolong tinggi. Sementara itu luas lahan dan penggunaan pupuk NPK memiliki pengaruh yang signifikan terhadap risiko produksi. Luas lahan berkontribusi meningkatkan risiko (risk-inducing), sementara pupuk NPK berperan dalam mengurangi risiko (risk-reducing). Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mengukur tingkat risiko produksi, tetapi juga mengidentifikasi peran faktor produksi sebagai risk-inducing dan risk-reducing, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bagi petani dalam pengelolan input produksi guna mengurangi risiko produksi.