Dalam perekonomian nasional, sektor agribisnis memberikan nilai tambah pada usaha agroindustri, misalnya dengan cara pengawetan produk pertanian menjadi produk olahan yang lebih tahan lama dan siap dikonsumsi. Keripik singkong merupakan salah satu usaha untuk memanfaatkan komoditas singkong yang cocok dijadikan unit bisnis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan nilai tambah singkong menjadi keripik serta untuk mengetahui strategi pengembangan singkong menjadi keripik singkong pada usaha Mirasa di kelurahan Tanah Merah Kota Samarinda. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda dari bulan Januari sampai Maret tahun 2025. Data yang dikumpulkan terdiri atas data rimer dan data sekunder dan analisis data menggunakan metode hayami dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan dari usaha keripik singkong di Kelurahan Tanah Merah adalah sebesar Rp 2.152.888; Penerimaan yang diperoleh usaha keripik singkong adalah sebesar Rp 7.132.000 dan pendapatan adalah sebesar Rp 4.979.112; serta nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan singkong menjadi keripik singkong adalah sebesar Rp 13.315 dengan rasio nilai tambah keripik singkong adalah sebesar 53,26%. Strategi pengembangan usaha keripik singkong di Kelurahan Tanah Merah berada pada posisi kuadran I (S-O) yaitu memanfaatkan kekuatan-kekuatan internal untuk meraih peluang-peluang yang ada diluar usaha, yaitu antara lain meningkatkan produktivitas singkong yang berkualitas, tersedianya modal usaha yang dapat menunjang proses produksi menjadi lebih baik, memanfaatkan peluang sesuai dengan permintaan pasar dan selera konsumen sehingga pemasaran hasil produksi dapat berjalan dengan baik, dan meningkatkan kualitas produksi keripik singkong.