Perairan pesisir Maluku memiliki keanekaragaman ikan yang tinggi dan menjadi wilayah penting bagi perikananskala kecil, sehingga penggunaan alat tangkap yang selektif sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutansumber daya ikan. Jaring insang dasar (bottom gill net) merupakan alat tangkap yang umum digunakan nelayan,namun selektivitas ukuran dan karakteristik hasil tangkapannya masih perlu dikaji secara spesifik di berbagailokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi spesies, distribusi ukuran, serta hubungan panjang–berat ikan hasil tangkapan jaring insang dasar di Perairan Tifu, Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Penelitiandilakukan selama tiga bulan dengan 15 trip penangkapan menggunakan jaring insang dasar bermata jaring 1¾inci (4,45 cm). Data yang dikumpulkan meliputi identifikasi spesies, pengukuran panjang total, dan berat tubuhikan. Analisis dilakukan terhadap komposisi spesies, distribusi ukuran panjang, serta hubungan panjang–beratpada spesies dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total tangkapan berjumlah 580 individu yang terdiridari 19 spesies. Lima spesies dominan adalah Pterocaesio tile (33,6%), Caesio caerulaurea (11,0%), Myripristissp. (11,6%), Pempheris sp. (8,8%), dan Parupeneus sp. (7,6%). Analisis hubungan panjang–berat menunjukkanempat spesies memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif (b < 3), sedangkan Pempheris sp. menunjukkanpertumbuhan alometrik positif (b = 3,027). Distribusi ukuran memperlihatkan bahwa jaring insang dasarcenderung selektif terhadap ikan berukuran menengah hingga dewasa. Secara keseluruhan, hasil penelitian inimenunjukkan bahwa jaring insang dasar bermata 4,45 cm memiliki selektivitas ukuran yang relatif baik danberpotensi mendukung pengelolaan perikanan demersal yang berkelanjutan di Perairan Tifu.