Latar belakang. Sulit makan merupakan masalah tingkah laku yang relatif umum yang sering dialami oleh balita. Anak yang sulit makan mempunyai peluang besar mengalami penurunan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh hingga menderita kurang gizi (underweight). Sulit makan pada anak bersifat kompleks dan perlu dicermati faktor yang menjadi penyebab perilaku tersebut. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan sulit makan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024 di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I dengan teknik pengumpulan sampel yaitu consecutive sampling sebanyak 53 orang tua balita. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer. Semua data yang didapatkan dari kuesioner ditabulasi dalam tabel excel kemudian diindahkan ke program SPSS yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji chi-square apabila expected count memenuhi kriteria uji chi-square. Apabila tidak memenuhi uji chi- square maka digunakan uji fisher’s exact. Faktor-faktor dikatakan berhubungan dengan perilaku sulit makan apabila nilai p<0,05. Hasil. Mayoritas ibu berada pada rentang usia produktif (20-35 tahun), yaitu sebanyak 90,6% dan sebagian besar balita yang mengalami sulit makan berada pada kelompok usia 2-5 tahun (84,9%) dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 49,1% dan perempuan sebanyak 50,9%. Kesimpulan. Faktor yang berhubungan dengan sulit makan pada balita adalah status pekerjaan ibu, pendapatan orang tua, pola asuh, dan variasi makanan.