Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita di Desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi; Wijaya, Putu Austin Widyasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak buruk terhadap kesehatan, intelegensia, dan masa depan anak. Berdasarkan laporan SSGI tahun 2022, prevalensi stunting balita nasional mencapai 24,4%, dengan prevalensi stunting pada Bali sebesar 10,9%. Kecamatan Kintamani menempati peringkat teratas untuk prevalensi stunting, khususnya desa Bayung Gede yang termasuk dua besar peringkat stunting tertinggi (13,51%). Tugas pemantauan tumbuh kembang ini merupakan tugas semua lapisan pemerintah, dengan garda terdepan yaitu kader posyandu. Kader posyandu berperan dalam pemantauan tumbuh kembang balita, namun kesiapan kader ini harus diimbangi dengan partisipasi Masyarakat untuk memanfaatkan posyandu tersebut. Hal ini akan berdampak pada hasil pemantauan pertumbuhan oleh kader saat kunjungan rumah balita yang tidak datang ke posyandu menjadi kurang akurat. Melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi maka diadakan sebuah kegiatan pelatihan dan pendampingan deteksi dini tumbuh kembang balita bagi pengelola posyandu desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli. Kegiatan yang dilakukan adalah melatih kader posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri yang benar dan tepat, kemudian membuat grafik berdasarkan hasil tersebut dan menginterpretasikannya, sehingga kader dapat mendeteksi dini ketika ditemukan adanya penyimpangan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pengetahuan partsipan sebelum dilakukan sosialisasi sebesar 30% sedangkan setelah sosialisasi dilakukan sebesar 90%. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini tumbuh kembang pada balita dan melakukan kegiatan yang positif untuk remaja. Simpulan dari kegiatan PKM ini tingkat pengetahuan dari kader posyandu setelah dilakukan kegiatan pendampingan ini dikategorikan baik. Kata kunci: stunting, tumbuh kembang, anak, kintamani, bali
Perencanaan Rehabilitas atau Rumah Singgah Pengobatan Pasien HIV/AIDS dan Narkoba Sebagai Bentuk Layanan Sosial Utari, Cokorda Istri Arina Cipta; Mahayani, Ni Komang Indra; Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/rkcrhc36

Abstract

Bali Peduli memberikan layanan HIV terutama kepada populasi kunci di wilayah Kuta, Seminyak dan Denpasar yang memiliki fokus khusus pada wanita hamil, wanita dan anak-anak, wanita pekerja seks, LSL, dan pengguna narkoba infus. Permasalahan yang terjadi adalah kurang efektif perencanaan ruang dalam yayasan bali peduli diantaranya; a. efektivitas pemanfaatan, b. Masalah ruang terhadap psikologi pasien, dan c. masalah pencegahan. Selain itu, proses atau alur pasien dan ketersediaan rumah singgah belum tersedia. Tim Pengelola telah memutuskan untuk melakukan perbaikan, dan Tim Universitas Warmadewa Mengabdi membantu dalam proses perencanaan.  Perencanaan ruang dalam dan rumah singgah untuk pasien HIV/AIDS serta mengacu pada kondisi pasien serta pengelola dapat dilakukan untuk memecahkan masalah yang terjadi pada subjek penelitian. Perencanaan dan perancangan akan dilakukan selama kegiatan pengabdian, yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan: 1. Tahap kegiatan permulaan yaitu Mencari data dengan wawancara pengelola maupun keingin pasien yang ingin melakukan pengobatan, 2. Persiapan menggunakan metode diskusi untuk penyamaan persepsi dan penguatan komitmen kepada Atasan maupun pengelola, 3. Metode Focus Group Discussion (FGD), untuk menjaring masukan dalam rangka identifikasi kebutuhan, 4. Evaluasi serta tindakan penyusunan dokumen rencana perancangan Ruang dalam Yayasan Bali Peduli
PKM PEMBINAAN KARYAWAN KLINIK UTAMA BUNGA EMAS DALAM PENERAPAN UNIT KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA PENYULUHAN UU KETENAGAKERJAAN Wijaya, Putu Austin Widyasari; Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v3i2.57

Abstract

Klinik Utama Bunga Emas merupakan klinik kesehatan yang sudah beroperasi sejak tahun 2018 dan memiliki pelayanan rawat jalan diantaranya poliklinik umum, gigi, dan spesialis; pelayanan laboratorium (darah, urine, dan swab); pelayanan radiologi (rontgen dan CT-scan), dan fisioterapi. Pada hakikatnya, setiap perusahaan terutama dengan risiko pekerjaan yang cukup tinggi di bidang Kesehatan, memerlukan diterapkannya sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Beberapa risiko diantaranya risiko lingkungan yaitu radiasi dari alat-alat pemeriksaan radiologi (rontgen konvensional, CT-scan), aerosol/ droplet infeksius dari sarana pengambilan dahak atau swab, sebagian besar ruangan ber-Ac dengan sirkulasi tertutup. Terdapat juga risiko tenaga kerja yang diakibatkan oleh berlebihnya tugas dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja, penyelesaian tugas yang dituntut secara cepat. Berdasarkan informasi dan data yang didapatkan, selama 4 tahun belum pernah dilakukan penyuluhan mengenai K3. Oleh karena kondisi tersebut dilakukan penyuluhan K3 dan Undang-Undang Ketenagakerjaan terhadap karyawan dan manajemen Klinik Bunga Emas; pendampingan dalam pembentukan unit K3 di lingkungan klinik; dan pemberian pedoman K3 yang dapat digunakan sebagai acuan. Diharapkan dengan penyuluhan dan pendampingan diatas dapat meningkatkan wawasan mengenai K3 dan terbentuknya unit K3 di lingkungan klinik. Penyuluhan diikuti oleh karyawan klinik dan perwakilan manajemen klinik, sedangkan pendampingan unit K3 diberikan kepada manajemen dan koordinator unit tersebut, Setelah dilakukan kegiatan PKM ini, pengetahuan peserta mengenai K3 dan UU Ketenagakerjaan mengalami peningkatan dari sebelum penyuluhan 55% menjadi 95% setelah penyuluhan. Serta sudah terbentuknya unit K3 di lingkungan klinik.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA SPEECH DELAY PADA ANAK Savitri, Ni Putu Sartya Putri; Primatanti, Putu Asih; Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29188

Abstract

Speech delay merupakan gangguan berbicara yang terjadi pada anak. Prevalensi speech delay di Indonesia mencapai 5-10%. Speech delay dapat disebabkan oleh sejumlah faktor risiko. Menemukan faktor risiko internal dan eksternal terkait dengan speech delay di Praktek Spesialis Tumbuh Kembang Anak Masadini adalah tujuan penelitian ini. Desain penelitian case-control digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah semua anak yang mengalami speech delay dengan sampel berjumlah 52 orang didapatkan dari anak yang melakukan pemeriksaan dan anak yang terkonfirmasi mengalami speech delay di Praktek Spesialis Tumbuh Kembang Anak Masadini. Consecutive sampling adalah metode penelitian yang digunakan. Pada penelitian ini speech delay menjadi variabel terikat dan faktor risiko menjadi variabel bebas. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, yang kemudian dilakukan uji chi-square dan uji fisher’s exact. Didapatkan hasil usia [p= 1,000], jenis kelamin [OR 4,2 (95% CI: 1,213-14,541; p= 0,020)], kelahiran prematur [OR 9,211 (95% CI: 1,043-81,361; p= 0,050)], berat badan lahir rendah [OR 9,211 (95% CI: 1,043-81,361; p= 0,050)], pola asuh [0,257 (95% CI: 0,078-0,849; p= 0,023)], pendidikan ibu [OR 4,714 (95% CI: 1,266-17,561; p= 0,034)], pendidikan bapak [OR 1,406 (95% CI: 0,446-4,432; p=0,560)], paparan gadget [OR 4,250 (95% CI: 1,332-13,562; p=0,012)], jumlah bahasa [OR 0,157 (95% CI: 0,030-0,822; p=0,038)], pekerjaan ibu [OR 1,206 (95% CI: 0,363-4,013; p=0,760)], dan jumlah anak [OR 0,764 (95% CI: 0,180-3,237; p=1,000)]. Hasilnya, ditemukan korelasi antara kejadian speech delay dan faktor risiko seperti jenis kelamin, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, pola asuh, pendidikan ibu, paparan gadget, dan jumlah bahasa.
EDUKASI DAN DEMONSTRASI PENATALAKSANAAN LUKA DI DESA BAYUNG GEDE, KINTAMANI Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Pandit, I Gde Suranaya; Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi; Cahyawati, Putu Nita; Lestarini, Asri
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1608

Abstract

Bayung Gede Village is a tourist village that located in the Kintamani area and included in the cycling tourism route in Bali. Apart from that, Bayung Gede village is belong to one of vulnerable areas to rabies in Bali. This community service activity was carried out to enhance the understanding and skills of Bayung Gede Village residents in managing wounds, including the bite wounds of rabies infectious animals. The activities were started with socialization, initial discussions with partners, and the preparation of infrastructure. The provision of material was conducted through socialization, counseling methods, and wound demonstration. The monitoring and evaluation of activities is seen from three indicators, including input, process, and output indicators. In terms of input, the activity was successful as planned and attended by 15 participants who were village apparatus and villagers of Bayung Gede. Seeing from the process indicators, the participants looked enthusiastic and following the entire activity from start to finish. This activity also met the output indicators, with the majority of participants (>90%) answered the entire posttest question correctly. Through this community service, all participants are expected to independently apply all the knowledge and skills acquired from all the process and able to disseminate to other residents.