Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDAMPINGAN KELUARGA IBU HAMIL DI DESA SELULUNG KECAMATAN KINTAMANI EKAYANTI, NI WAYAN SRI; TRISNIA, PUTU AYUNDA
Jurnal Abdi Mahosada Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2025
Publisher : STIKES Advaita Medika Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/abdimahosada.v3i1.338

Abstract

Ibu hamil memerlukan kebutuhan asupan gizi yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Kekurangan asupan gizi pada saat hamil akan berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin misalnya terjadi berat bayi lahir rendah yang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stunting. Mitra dari program pengabdian ini adalah keluarga ibu hamil yang berisiko mengalami status gizi kurang. Permasalahan prioritas yang akan ditangani adalah asupan zat gizi pada ibu hamil masih di bawah angka kecukupan gizi, pemanfaatan bahan pangan lokal dan pemasaran masih kurang. Solusi yang diusulkan untuk masalah kekurangan asupan gizi pada ibu hamil adalah peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pembuatan makanan sehat dari bahan pangan lokal, pemberian bantuan paket gizi serta pelatihan penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran. Program pendampingan keluarga ini akan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi kepada semua pihak yang terkait, dilanjutkan penyuluhan kepada ibu hamil tentang pola asupan gizi pada ibu hamil dan makanan sehat selama kehamilan, serta memberikan paket gizi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan diskusi. Hasil kegiatan berupa peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai gizi seimbang selama kehamilan, cara mengolah bahan pangan lokal serta pemasaran bahan pangan. Evaluasi dilakukan setelah pelatihan dan setelah program selesai dengan memberikan pertanyaan posttest dan didapatkan pengetahuan meningkat sekitar 38% dibandingkan sebelum penyuluhan. Kata kunci : ibu hamil, gizi seimbang, status gizi
Karakteristik Keluarga dan Balita Stunting Kusumadewi, Ni Nyoman Sri; Trisnia, Putu Ayunda; Sumadewi, Komang Trisna
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3747

Abstract

Stunting merupakan perawakan pendek atau sangat pendek dilihat dari kurva pertumbuhan WHO panjang badan atau tinggi badan menurut umur menunjukkan kurang dari -2 standar deviasi. Wilayah kerja Puskesmas Kediri I memiliki prevalensi stunting yaitu 7,1% dan merupakan daerah dengan jumah balita stunting terbanyak di Kabupaten Tabanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik stunting di wilayah kerja Puskesmas Kediri I Kabupaten Tabanan berdasarkan pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, usia ibu pada saat hamil, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, prematur, BBLR, ASI eksklusif, infeksi berulang, dan pemberian MPASI. Desain penelitian menggunakan studi observasional deskriptif. Responden yang digunakan sebanyak 94 orang yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan di wilayah kerja Puskesmas Kediri I Kabupaten Tabanan lebih banyak keluarga dari balita stunting memiliki pendapatan di bawah UMR (51,1%), dan mayoritas memiliki jumlah anggota keluarga 4 orang atau lebih (87,2%). Mayoritas balita stunting memiliki riwayat infeksi berulang (83%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan di bawah UMR, dan jumlah anggota keluarga 4 orang atau lebih merupakan karakteristik keluarga balita stunting serta infeksi berulang merupakan karakteristik balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Kediri I.
NEUTROPHIL TO LYMPHOCYTE RATIO MEAN DIFFERENCE AMONG PEDIATRIC COVID-19 PATIENTS IN BALI: PRELIMINARY STUDY Maharani, Ni Luh Putu Silfia; Masyeni, Sri; Trisnia, Putu Ayunda; Paramasatiari, Anak Agung Ayu Lila
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 11 No. 2 (2025): October
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v11i2.7703

Abstract

The Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) is a significant prognostic marker in COVID-19, reflecting the body's inflammatory immune response. This study aimed to analyze differences in mean NLR among paediatric COVID-19 patients in Bali, stratified by age and gender. A cross-sectional analytic study was conducted using data from 56 hospitalized paediatric patients at Sanjiwani Gianyar and Wangaya Hospitals. The sample comprised patients aged 0–18 years, distributed as follows: 0–5 years (41.1%), 5–10 years (32.1%), 10–15 years (21.4%), and 15–18 years (5.4%). The cohort included 31 males (55.4%) and 25 females (44.6%). Statistical analysis using the Kruskal-Wallis test revealed a significant difference in mean NLR across age groups (p = 0.037). Similarly, the Mann-Whitney test indicated a significant difference in mean NLR between genders (p = 0.004). These findings suggest that the inflammatory response to COVID-19 varies among paediatric patients by both age and gender. Consequently, clinicians should consider these demographic factors, as they may indicate a need for tailored therapeutic and monitoring strategies.
THE RELATIONSHIP BETWEEN MATERNAL KNOWLEDGE AND ATTITUDE AND THE INCIDENCE OF STUNTING Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi; Wijaya, Putu Austin Widyasari; Trisnia, Putu Ayunda
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 12 No. 2 (2026): July
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v12i2.8206

Abstract

Children under five years old are the most vulnerable group to nutritional problems. Undernourished children are at risk of reduced intelligence quotient, decreased immunity, lower productivity, mental and emotional health problems, and growth failure. Various maternal factors, including knowledge, and attitude influence this nutritional problem among children under five. This study aimed to analyze the relationship between maternal knowledge level and attitude and the incidence of stunting among children under five in Bayung Gede Village, Kintamani District, Bangli, Bali. This observational study employed a cross-sectional design involving 48 mothers with children under the age of five, selected using consecutive sampling. Data were collected using a structured questionnaire to assess maternal knowledge and attitude toward stunting, while children’s nutritional status was determined based on height-for-age measurements. Statistical analysis was performed using the chi-square test. The results showed that 30 (62.5%) of mothers had good knowledge, and 29 (60.4%) demonstrated a positive attitude toward stunting prevention. A significant relationship was found between maternal knowledge and stunting incidence, with children of mothers who had poor knowledge being more likely to experience stunting. Maternal attitude was also significantly associated with stunting incidence, indicating that a negative attitude increased the likelihood of stunting. These findings suggest that maternal knowledge and attitude play important roles in the occurrence of stunting. Strengthening educational interventions and improving access to health information for mothers are essential strategies to reduce stunting incidence among children under five.
Faktor yang Berhubungan dengan Sulit Makan pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukawati I Gianyar: Studi Cross-Sectional Savitri, Kadek Amanda; Budiapsari, Putu Indah; Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi; Winianti, Ni Wayan; Trisnia, Putu Ayunda
Sari Pediatri Vol 27, No 5 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.5.2026.323-8

Abstract

Latar belakang. Sulit makan merupakan masalah tingkah laku yang relatif umum yang sering dialami oleh balita. Anak yang sulit makan mempunyai peluang besar mengalami penurunan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh hingga menderita kurang gizi (underweight). Sulit makan pada anak bersifat kompleks dan perlu dicermati faktor yang menjadi penyebab perilaku tersebut. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan sulit makan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024 di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I dengan teknik pengumpulan sampel yaitu consecutive sampling sebanyak 53 orang tua balita. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer. Semua data yang didapatkan dari kuesioner ditabulasi dalam tabel excel kemudian diindahkan ke program SPSS yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji chi-square apabila expected count memenuhi kriteria uji chi-square. Apabila tidak memenuhi uji chi- square maka digunakan uji fisher’s exact. Faktor-faktor dikatakan berhubungan dengan perilaku sulit makan apabila nilai p<0,05. Hasil. Mayoritas ibu berada pada rentang usia produktif (20-35 tahun), yaitu sebanyak 90,6% dan sebagian besar balita yang mengalami sulit makan berada pada kelompok usia 2-5 tahun (84,9%) dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 49,1% dan perempuan sebanyak 50,9%. Kesimpulan. Faktor yang berhubungan dengan sulit makan pada balita adalah status pekerjaan ibu, pendapatan orang tua, pola asuh, dan variasi makanan.