Pembelajaran PAI berbasis integrasi sains menjadi tuntutan penting dalam pendidikan modern untuk memperkuat literasi ilmiah dan religius. Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa Stellarium memiliki kemampuan tinggi dalam merepresentasikan fenomena langit secara presisi dan dapat mendukung pemahaman peserta didik. Namun, pemanfaatannya dalam konteks PAI masih terbatas dan belum diarahkan pada verifikasi ilmiah serta membandingkan hasil simulasi dengan jadwal waktu sholat resmi. Kondisi ini menimbulkan celah penelitian, yaitu belum adanya kajian komprehensif yang menilai kesesuaian parameter falak dalam Stellarium dengan waktu sholat Kementerian Agama pada lokasi tertentu sebagai upaya validasi astronomis. Penelitian ini bertujuan menganalisis akurasi Stellarium dalam memvisualisasikan posisi Matahari pada awal waktu Subuh, Dzuhur, Maghrib, dan Isya serta menilai potensinya sebagai media integrasi sains dalam pembelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan, yang memadukan literatur falak, jadwal resmi Kemenag, dan simulasi Stellarium berdasarkan altitude, azimuth, serta meridian. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian antara visualisasi Stellarium dan parameter falak, seperti waktu Subuh pada -20° di bawah ufuk timur, tergelincirnya Matahari dari garis meridian pada waktu Dzuhur, Maghrib pada -1° di bawah ufuk barat, dan Isya pada -18°. Dalam hal ini, Stellarium efektif sebagai media verifikasi astronomis dan memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pembelajaran PAI berbasis observasi digital.