Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Technology adoption as a pathway to financial inclusion in the digital economy: A study of Indonesian SME’s Febriyanti, Intan Rike; Herdiani, Herni; Gunawan, Ce; Zahra, Zalfa Alifah
Jurnal Mantik Vol. 9 No. 4 (2026): February: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v9i4.6852

Abstract

Financial inclusion remains a pressing challenge for Indonesian MSMEs, with nearly 70% of enterprises still facing limited access to formal financial services. In the era of rapid digital transformation, the digital economy presents an opportunity to reduce this gap by enabling broader access through technology-driven platforms. This study aims to examine the influence of the digital economy on financial inclusion, as well as to investigate the mediating role of technology adoption based on the Technology Acceptance Model (TAM). Utilizing a quantitative research design, data were collected through a validated questionnaire from 350 MSME actors in Sukabumi, Indonesia. Structural Equation Modeling using Partial Least Squares (SEM-PLS) was applied to analyze both the measurement and structural models. The results reveal that the digital economy significantly affects both financial inclusion and technology adoption. Furthermore, technology adoption has a positive and significant impact on financial inclusion, and also serves as a partial mediator between the digital economy and financial inclusion. These findings underscore the critical role of behavioral acceptance in the successful implementation of digital financial services. This study contributes to the development of an integrated framework that combines structural and behavioral perspectives, offering practical insights for policymakers and digital service providers aiming to foster inclusive economic growth through technology-driven financial access.
Pengaruh Work Life Balance dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Generasi Z Di Kota Bogor Zahra, Zalfa Alifah; Maulana, Mochamad Afrizal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7261

Abstract

kepuasan kerja karyawan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja dan keberlangsungan organisasi, khususnya pada karyawan Generasi Z yang memiliki karakteristik dan ekspektasi kerja yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kurangnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi serta budaya organisasi yang kurang mendukung dapat mempengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work Life Balance dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja karyawan Generasi Z di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Generasi Z di Kota Bogor dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Cochran dengan margin of error 7% sehingga diperoleh 196 responden, dan data yang berhasil dikumpulkan sebanyak 199 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work Life Balance dan Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja baik secara parsial maupun simultan. Persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = 4,409 + 0,195 X₁ + 0,385 X₂, yang menunjukkan bahwa Budaya Organisasi memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan Work Life Balance terhadap Kepuasan Kerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja serta budaya organisasi yang positif guna meningkatkan kepuasan kerja karyawan Generasi Z.