Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Potensi Bahaya Kecelakaan Dan Kesehatan Kerja Pada Proses Maintenance Mesin Compressor Fs Elliot Di Departemen Utility Pt. Xyz Menggunakan Metode Hiradc Saputra, Wahyu Sidiq; Dewi, Adhisty Kartika; Abid, Khoirul
JERA : Journal of Engineering Research and Application Vol 5 No 1 (2026): JERA : Journal of Engineering Research and Application
Publisher : Fakultas Teknik dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/sq18wk18

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan serta melindungi pekerja dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peningkatan jumlah klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang dilaporkan oleh BPJS Ketenagakerjaan selama periode 2019–2023 menunjukkan bahwa permasalahan kecelakaan kerja di Indonesia masih tergolong tinggi. Pada tahun 2019 tercatat 182.835 kasus dan meningkat signifikan hingga mencapai 360.635 kasus pada Januari–November 2023. Kondisi ini mengindikasikan perlunya pengelolaan risiko K3 yang lebih sistematis dan terstruktur di berbagai sektor industri. Penelitian ini dilakukan pada Departemen Utility, khususnya group section Compressor di PT. XYZ, perusahaan industri tekstil yang berorientasi ekspor. Aktivitas maintenance mesin Compressor FS Elliot memiliki berbagai potensi bahaya, seperti tertimpa pipa saat proses bongkar pasang, kebisingan mesin, tangan terjepit, serta risiko tergores komponen tajam. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan langkah pengendalian risiko kecelakaan kerja pada proses maintenance mesin compressor menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan identifikasi aktivitas kerja rutin maupun non-rutin, kemudian dilanjutkan dengan penilaian tingkat risiko berdasarkan tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa risiko dengan kategori tingkat sedang hingga tinggi yang memerlukan pengendalian segera. Rekomendasi pengendalian meliputi rekayasa teknik (engineering control), penyusunan prosedur kerja standar (SOP), penggunaan alat pelindung diri (APD), serta peningkatan pengawasan dan pelatihan K3. Implementasi HIRADC pada proses maintenance mesin compressor terbukti mampu memberikan gambaran sistematis mengenai potensi bahaya dan prioritas pengendalian risiko. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penerapan manajemen risiko K3 di sektor industri, khususnya pada aktivitas maintenance peralatan berisiko tinggi, guna menekan angka kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas perusahaan