Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Alih Kode Dalam Chanel Youtube Melaney Ricardo: Tangisan Dahlia Polland "Bercerai! No Penyesalan! Justru Ini Karena Aku Sayang Anak2!!" Elza Leyli Lisnora Saragih; Susi Oktavia Silalahi; Paska Elmaria Sitorus; Rumada Siregar; Lasro Jumanta Sihite; Briwanti Butar-butar
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i1.215

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena alih kode (code-switching) dalam konteks komunikasi digital, khususnya pada konten podcast di channel YouTube Melaney Ricardo, dengan fokus pada episode berjudul “Tangisan Dahlia Polland: ‘Bercerai! No Penyesalan! Justru Ini Karena Aku Sayang Anak-Anak!!’”. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis alih kode yang digunakan serta menganalisis fungsi dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya dalam percakapan yang bersifat emosional dan personal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis wacana. Data diperoleh melalui transkripsi tuturan dalam video dan dianalisis berdasarkan teori alih kode dari Poplack (1980) dan Gumperz (1982). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode yang muncul didominasi oleh jenis intra-sentential switching dan inter-sentential switching, dengan fungsi utama sebagai penegasan emosional, pembentukan identitas, dan strategi retoris untuk memperkuat pesan. Faktor penyebab alih kode meliputi latar belakang bilingual penutur, konteks percakapan yang intim dan reflektif, serta pengaruh gaya komunikasi dalam media digital. Simpulan penelitian menyatakan bahwa alih kode dalam tayangan ini tidak hanya mencerminkan kompetensi kebahasaan penutur, tetapi juga berfungsi sebagai alat ekspresif dan identitas dalam komunikasi publik di era digital.
PELAYANAN KASIH UNTUK MEMBANGUN KOMUNITAS BAGI JEMAAT HKBP RESORT SAROHA MEDAN Elza Leyli Lisnora Saragih; Otana Manurung; Rumada Siregar; Talenta Mika Putri Sihite; Ester Feriana Br Sitinjak
Pengembangan Penelitian Pengabdian Jurnal Indonesia (P3JI) Vol. 4 No. 2 (2026): Vol. 4 No. 2 (2026) : P3JI - MEI
Publisher : Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membangun komunitas jemaat melalui pelayanan kasih di HKBP Resort Saroha Medan. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih rendahnya partisipasi jemaat serta belum optimalnya pelaksanaan pelayanan kasih yang terstruktur dalam kehidupan bergereja. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang mampu meningkatkan kesadaran, keterlibatan, serta kualitas relasi antarjemaat. PKM ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Pendekatan partisipatif dilakukan dengan melibatkan jemaat secara aktif dalam setiap kegiatan, sedangkan pendekatan edukatif bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jemaat dalam pelayanan kasih. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 melalui berbagai program, seperti pendampingan belajar bagi anak-anak, kegiatan sosial, kunjungan kepada jemaat yang sakit, serta gotong royong dan doa bersama di rumah jemaat. Hasil PKM menunjukkan bahwa pelayanan kasih mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi jemaat dalam kegiatan gereja. Selain itu, program yang dilaksanakan juga berdampak positif terhadap kualitas hidup jemaat, terutama dalam memperkuat hubungan sosial, meningkatkan kepedulian, serta membangun komunitas yang lebih solid dan inklusif. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dan kesulitan dalam mengukur dampak secara kuantitatif, secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi jemaat. Dengan demikian, pelayanan kasih dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun komunitas gereja yang kuat, partisipatif, dan berkelanjutan.