Sosialisasi anti bullying merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Kegiatan ini dilakukan oleh KKN Kelompok 10 IAI Nasional Laa Roiba di SDN Babakan Madang 04 sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying serta menanamkan nilai empati dan saling menghargai. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode edukatif interaktif seperti permainan, diskusi, dan pemutaran video edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik usia sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, dan cara melaporkan kejadian bullying kepada guru. Selain itu, terjadi perubahan perilaku sosial siswa yang lebih positif, seperti berani menegur teman yang berperilaku kasar dan menunjukkan sikap saling tolong-menolong. Dukungan guru dan lingkungan sekolah turut memperkuat keberhasilan kegiatan ini dengan melanjutkan nilai-nilai anti bullying dalam pembelajaran sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter anak yang peduli, toleran, dan menghargai perbedaan. Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan budaya anti kekerasan di lingkungan pendidikan dasar. makna yang logis dan kesepakatan sebuah tanda pada konten dakwah Abdullah Gymnstiar menunjukkan adanya prinsip sinkronik, dimana ada penyesuian unsur ruang dan waktu untuk mendapatkan makna yang kuat dan konten dakwah tersebut.