Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH DEBIT UDARA DAN TEMPERATUR PEMANASAN TERHADAP NILAI RELATIVE HUMIDITY PADA PENGUJIAN MESIN PENGERING DEHUMIDIFIER Iswahyono; Alfaris, Mukhamat Galih; Hermanuadi, Didiek; Wibisono, Yossi; Bahariawan, Amal
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i1.3040

Abstract

Pengering Dehumidifier merupakan pengering buatan untuk mengeringkan bahan yang sensitif terhadap panas. Pengering dehumidifier telah dibuat dan dilengkapi dengan inverter untuk mengatur kecepatan blower, thermostat untuk mengontrol temperatur di evaporator serta elemen pemanas dilengkapi thermoregulator untuk mengontrol temperatur udara pengering. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh debit udara dan temperatur pemanasan terhadap nilai RH dan ketepatan pengontrolan temperatur udara pengering. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktorial yaitu debit udara dan temperatur pemanasan. Debit udara terdiri dari 0,014 dan 0,029 m3/s dan temperatur pemanasan terdiri dari 35 oC dan 40 oC. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan analisis ragam ANOVA dilanjutkan uji BNT 5%. Ketepatan pengontrolan temperatur udara pengering dianalisis menggunakan galat relatif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai RH udara pengering berbanding lurus dengan debit udara dan berbanding terbalik dengan temperatur pemanasan udara. Semakin tinggi debit udara semakin tinggi nilai RH udara pengering dan semakin tinggi temperatur pemanasan semakin rendah nilai RH udara pengering. Perlakuan terbaik pada debit udara 0,014 m3/s dengan temperatur pemanasan 40 oC yaitu dihasilkan nilai RH 35,47%. Pengontrolan temperatur pemanasan sangat baik dengan nilai galat relatif 1,3% dibawah 5%.