Tanaman lidah buaya (Aloe vera), yang dikenal kaya akan kandungan flavonoid seperti apigenin, kuersetin, dan katekin, menjadi salah satu kandidat potensial dalam pengembangan obat antidiabetes. Tujuan peneliti menganalisis senyawa flavonoid yang terkandung dalam lidah buaya mempunyai interaksi yang stabil terhadap Peroxisome Proliferator-Activated Receptor (PPAR-γ) sehingga dapat diprediksi mempunyai aktivitas sebagai kandidat antidiabetes. Obat berbasis struktur metode desain yang dikenal sebagai molecular docking mensimulasikan interaksi molekuler dan memprediksi mode pengikatan dan afinitas antara reseptor dan ligan. Teknik komputasi yang dikenal sebagai molecular dinamic (MD) menunjukkan perilaku dinamis sistem molekuler sebagai fungsi waktu, memperlakukan setiap entitas dalam kotak simulasi (protein, ligan, atau air, jika ada) sebagai fleksibel. Hasil molecular docking dari 19 senyawa flavonoid lidah buaya nilai energi ikatan (∆G) senyawa petunidin dapat dikatakan baik karena memiliki nilai yang terkecil -8,3 mendekati ligan alami. nilai RMSD rata-rata 2 Å dan RMSF cukup stabil. Drug-likeness senyawa terbaik petunidin memenuhi semua parameter Lipinski rule of five, memiliki profil farmakokinetik yang baik, dan tidak toksik. Penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa flavonoid lidah buaya, khususnya petunidin, berpotensi sebagai kandidat obat antidiabetes dengan menghambat reseptor PPAR- γ