Penguasaan bahasa Inggris merupakan kompetensi penting dalam menghadapi tantangan global. Namun, kemampuan tersebut masih menjadi persoalan serius di sekolah-sekolah wilayah 3T (tertinggal, terluar, dan termiskin), termasuk di SMA St. Paulus Weliman, Kabupaten Malaka. Keterbatasan penggunaan metode pembelajaran yang inovatif berdampak pada rendahnya kompetensi dan motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi bahasa Inggris siswa melalui implementasi metode Project-Based Learning (PjBL) yang bersifat kontekstual dan partisipatif. Mitra kegiatan adalah SMA St. Paulus Weliman dengan sasaran 31 siswa kelas XI. Metode yang digunakan meliputi pembelajaran berbasis proyek, pendampingan intensif, serta evaluasi menggunakan desain one-group pretest–posttest. Proyek pembelajaran mencakup pembuatan video perkenalan diri, mini vlog tentang potensi wisata lokal, dan majalah dinding berbahasa Inggris. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi bahasa Inggris siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 64,40 pada pretest menjadi 83,23 pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 29,25%. Selain peningkatan hasil belajar, siswa juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, partisipasi aktif, serta kemampuan komunikasi lisan. Temuan ini menunjukkan bahwa Project-Based Learning efektif sebagai strategi pembelajaran bahasa Inggris pada konteks sekolah wilayah 3T. Hasil kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang berpotensi direplikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris secara berkelanjutan.