Ikan merupakan komoditas perikanan yang mudah mengalami penurunan mutu setelah ditangkap, sehingga diperlukan metode deteksi kesegaran yang cepat, akurat, dan praktis. Metode konvensional seperti uji organoleptik memiliki keterbatasan karena bersifat subjektif, sehingga perlu dikembangkan metode alternatif berbasis teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode Digital Image Colorimetry (DIC) berbasis smartphone dalam mendeteksi tingkat kesegaran ikan menggunakan pewarna alami ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea), serta membandingkan hasilnya dengan metode uji organoleptik konvensional. Sampel yang digunakan adalah ikan belanak (Mugil cephalus) yang dipotong tanpa tulang menjadi tiga bagian dengan masing-masing berat 5 gram. Potongan ikan ditempatkan dalam botol transparan yang telah dilengkapi label indikator berbasis ekstrak Bunga Telang, kemudian diamati perubahan warnanya selama penyimpanan pada suhu. Antosianin pada ekstrak Bunga Telang berfungsi sebagai indikator pH yang peka terhadap senyawa volatil (amonia) yang terbentuk seiring penurunan mutu ikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna label indikator dari ungu menjadi biru seiring bertambahnya waktu penyimpanan, dengan pola perubahan nilai RGB yang konsisten terhadap proses pembusukan. Berdasarkan hasil uji organoleptik, ikan mulai dikategorikan busuk pada jam ke-12 penyimpanan, yang selaras dengan hasil analisis DIC. Dengan demikian, metode Digital Image Colorimetry (DIC) berbasis smartphone terbukti cukup akurat, praktis, dan potensial digunakan sebagai alternatif metode konvensional dalam mendeteksi kesegaran ikan secara digital.