kristiani, Irene
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI ID PADA TOKOH UTAMA IAN DALAM FILM PERAYAAN MATI RASA : KAJIAN PSIKOANALISIS kristiani, Irene; Adiyadmo, Dimas Anugrah; D, Yusra
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2589

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi emosional tokoh Ian dalam film Perayaan Mati Rasa karya Umay Shahab melalui pendekatan psikologi sastra dengan landasan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Fokus kajian diarahkan pada dominasi struktur id dalam dinamika kepribadian tokoh serta pergeserannya menuju integrasi dengan ego dan superego sepanjang alur cerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dialog, monolog, dan adegan visual yang memuat ekspresi emosional tokoh. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi berdasarkan struktur kepribadian Freud (id, ego, dan superego), serta interpretasi makna psikologis yang terkandung dalam perilaku tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur id merupakan aspek kepribadian yang paling dominan pada fase awal hingga pertengahan narasi, dengan jumlah temuan yang lebih tinggi dibandingkan ego dan superego. Dominasi id tersebut terepresentasi dalam lima bentuk utama, yaitu ledakan amarah, dorongan memperoleh pengakuan dan validasi, hasrat melarikan diri dari tekanan, ketakutan akan kehilangan figur signifikan, serta konflik emosional terhadap figur ayah. Emosi-emosi ini berkaitan erat dengan pengalaman traumatis masa kecil dan tekanan ekspektasi keluarga, sehingga menimbulkan konflik intra psikis antara dorongan naluriah dan tuntutan moral. Seiring perkembangan cerita, fungsi ego dan superego mulai menguat, menandai proses regulasi diri serta integrasi kepribadian yang lebih stabil. Temuan ini menegaskan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai representasi kompleksitas psikologis individu modern yang mengalami tekanan emosional dan krisis makna hidup.Bottom of Form