Kultur pesantren merupakan sistem nilai yang berperan penting dalam membentuk karakter santri, seperti keikhlasan, kedisiplinan, kemandirian, kesederhanaan, dan ukhuwah Islamiyah, yang umumnya terbangun melalui kehidupan yang terstruktur di lingkungan pesantren. Namun, tidak semua santri tinggal di asrama, melainkan terdapat santri non-mukim yang menjalani sistem pulang-pergi sehingga menghadapi tantangan tersendiri dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut di luar lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kultur pesantren serta menganalisis implementasinya pada santri non-mukim dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan sumber relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri non-mukim mampu mengimplementasikan nilai-nilai kultur pesantren dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga ibadah, berperilaku sopan, serta disiplin dalam belajar dan beraktivitas. Implementasi tersebut didukung oleh lingkungan keluarga yang religius serta adanya kesadaran diri santri dalam menjalankan nilai-nilai yang telah diperoleh di pesantren. Di sisi lain, terdapat pula faktor yang mempengaruhi tingkat konsistensi penerapan nilai tersebut, antara lain pengaruh lingkungan pergaulan serta keterbatasan pengawasan langsung dari pihak pesantren.Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan nilai-nilai kultur pesantren pada santri non-mukim bergantung pada sinergi antara pesantren, keluarga, dan individu. Oleh karena itu, kerja sama yang berkelanjutan di antara ketiga unsur tersebut menjadi kunci dalam mengoptimalkan pembentukan karakter santri dalam kehidupan sehari-hari.