Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam membentuk karakter mahasiswa/i perguruan tinggi sebagai upaya pencegahan perilaku bullying. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya kasus perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan tinggi, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, prestasi akademik, dan iklim kampus secara keseluruhan. Pendidikan Agama Kristen diyakini memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Alkitab, seperti kasih, empati, penghargaan terhadap sesama, dan tanggung jawab sosial.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dosen PAK dan mahasiswa/i, observasi langsung terhadap proses pembelajaran PAK, serta analisis dokumen kurikulum dan bahan ajar. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menemukan pola-pola pembentukan karakter yang berhubungan dengan pencegahan perilaku bullying.Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAK berperan sebagai sarana pembentukan karakter yang efektif, terutama ketika pengajaran berfokus pada nilai-nilai kasih Kristus, empati, saling menghormati, dan pengendalian diri. Mahasiswa yang terpapar materi PAK dengan pendekatan reflektif dan partisipatif menunjukkan peningkatan kesadaran etis, sikap toleransi, dan kemampuan menyelesaikan konflik secara damai. Selain itu, pembelajaran PAK yang dikolaborasikan dengan kegiatan ko-kurikuler seperti kelompok doa, pelayanan sosial, dan diskusi etika, terbukti memperkuat keterampilan sosial mahasiswa/i sehingga mampu menekan potensi terjadinya perilaku bullying di lingkungan kampus.Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peran dosen PAK dalam merancang pembelajaran yang bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga transformasi karakter. Penelitian ini merekomendasikan agar perguruan tinggi memperkuat kurikulum PAK, mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap mata kuliah, serta menciptakan ekosistem kampus yang mendukung perilaku saling menghargai. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen dapat menjadi instrumen strategis dalam membentuk generasi mahasiswa yang berkarakter Kristiani dan bebas dari praktik bullying.