Penggunaan obat yang rasional merupakan bagian terpenting dalam sistem pelayanan kesehatan. Pada saat seseorang individu atau masyarakat mengalami suatu penyakit sering kali langsung mengambil langkah awal yaitu dengan mengobati dirinya sendiri (Swamedikasi) dengan membeli obat-obatan yang dijual bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Rasionalitas Penggunaan Obat Analgetik Dan Antiinflamasi Dalam Upaya Swamedikasi Pada Masyarakat Desa Simpangan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan rancangan penelitian secara observasional analitik dengan desain descriptivecross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin dengan teknik purposive sampling. Analisis data digunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara simultan semua variable (tepat dosis, tepat indikasi, tepat diagnosis, tepat obat). Rasionalitas Penggunaan Obat Analgetik Dan Antiinflamasi Dalam Upaya Swamedikasi Pada Masyarakat Desa Simpangan dengan nilai p-value 0,002(<0,05). Sedangkan secara parsial, semua variabel kecuali variabel diagnosis Rasionalitas Penggunaan Obat Analgetik Dan Antiinflamasi Dalam Upaya Swamedikasi Pada Masyarakat Desa Simpangan didapatkan nilai P sebesar 0,040 sehingga nilai p < 0,05. Variable tepat obat, 0,000. Nilai p > 0,05. Variabel tepat diagnosis, 0,025 nilai p < 0,05. Variabel tepat dosis, 0,000 nilai p < 0,05. Variabel tepat indikasi