Hatlah, Mohamad Shabri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Ranah Cognitif, Afektif Psikomotorik pada Pembelajaran PAI di SMA/SMK Hatlah, Mohamad Shabri; Mantau, Burhanuddin Abdul Karim; Manoppo, Yanty K.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36963

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA/SMK memegang peran sentral dalam pembentukan karakter, namun seringkali masih terfokus pada ranah kognitif (pengetahuan) dan mengabaikan ranah afektif (sikap) serta psikomotorik (keterampilan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi strategi pembelajaran PAI yang efektif untuk meningkatkan kualitas ketiga ranah tersebut secara seimbang dan terintegrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis (atau studi kasus di SMA/SMK tertentu), berfokus pada analisis strategi pengajaran, media pembelajaran, dan sistem evaluasi. Hasil penelitian (hipotesis) menemukan bahwa penerapan metode pembelajaran aktif seperti Project-Based Learning (PjBL) pada materi zakat, Problem-Based Learning (PBL) pada studi kasus fiqh muamalah, dan pembiasaan (habituasi) praktik ibadah, secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi holistik ketiga ranah tersebut di mana pengetahuan (kognitif) memperkuat sikap (afektif) dan diwujudkan dalam tindakan (psikomotorik) merupakan kunci untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI yang utuh, yakni membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga mulia secara akhlak dan terampil dalam beribadah.
Peran Al-Qur’an dalam Pendidikan Karakter Individu: Perspektif Pendidikan Islam Hatlah, Mohamad Shabri; Husain, Rahmin Talib
Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Vol. 14 No. 1 (2026): Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami (April) In Press
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan karakter individu merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam karena berkaitan dengan pembentukan identitas moral, etika, dan perilaku yang memengaruhi sikap personal serta kontribusi sosial. Karakter yang kuat tidak hanya membentuk perilaku sehari-hari, tetapi juga menentukan kualitas interaksi sosial, pengambilan keputusan, dan terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Al-Qur’an sebagai sumber nilai dalam pendidikan karakter individu serta relevansinya dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur (library research) melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir yang berkaitan dengan nilai-nilai moral dan etika. Analisis dilakukan dengan pendekatan hermeneutik untuk memahami makna edukatif ayat-ayat Al-Qur’an dan mengaitkannya dengan konsep pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an seperti kejujuran (QS. Al-Ahzab [33]:70), kesabaran (QS. Al-Baqarah [2]:153), tolong-menolong (QS. Al-Ma’idah [5]:2), tanggung jawab (QS. Al-Baqarah [2]:286), dan kerendahan hati (QS. Al-Furqan [25]:63) memiliki relevansi kuat sebagai landasan pendidikan karakter. Nilai-nilai tersebut dapat dioperasionalkan dalam pendidikan formal dan nonformal melalui integrasi dalam tujuan pembelajaran, materi ajar, keteladanan pendidik, serta pembiasaan perilaku peserta didik. Selain sejalan dengan ajaran etika Islam, nilai-nilai tersebut juga relevan dengan prinsip-prinsip psikologi dan pendidikan kontemporer dalam pengembangan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam proses pendidikan berperan penting dalam membentuk individu yang matang secara moral dan spiritual, serta berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang beradab, damai, dan berempati.