I Wayan Agus Mahardika
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TEORI NUSANTARA PADA FILM “PETAK IRENG” SEJARAH DESA JIMBARAN DAN PURA ULUNSWI I Wayan Agus Mahardika
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025 In Proccess
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i01.5710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan suatu informasi dan pengetahuan tentang sejarah desa Jimbaran dan Pura Ulunswi. Cerita ini memiliki pesan moral yang berguna bagi masyarakat baik itu anak – anak maupun orang dewasa di wilayah desa Jimbaran pada khususnya dan Bali pada umumnya. Didalam menganalisis artikel ini menggunakan teori mukti trilila, Asta Sara Widya Lango dan panca sastra kawia secara selektif. mukti trilila membahas tentang arsaning pengarsa (Minat Penggemar), Asta Sara Widya Lango Meliputi Sara Suksma (Intisari) dan pada panca sastra kawia membahas tentang murda kata (tema / judul), Mula Carita (Permulaan Cerita), Reka Kanda (Alur), Jatma Murti (Penokohan) dan Widya Laya (Setting). Didalam arsaning pengarsa terdapat minat penggemar yang menjadi sasaran dalam pembuatan film ini, Sara Suksma meliputi intisari nilai yang terkandung di dalam film i, murda kata membahas tentang pemilihan tema atau judul didalam film, mula carita merupakan permulaan cerita yang menjadi dasar dalam pembuatan filmi, reka kanda membahas mengenai alur yang terdapat didalam film, jatma murti meliputi tokoh atau penokohan didalam filmi, dan widya laya meliputi setting pada film.
SINEMATOGRAFI DALAM PENYAMPAIAN EMOSI NON-VERBAL PADA FILM TAK KEMBALI LAGI I Gusti Agung Deta Nanda Nugraha; I Made Denny Chrisna Putra; I Wayan Agus Mahardika
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Calaccitra Juli 2026
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The short film Tak Kembali Lagi is a fictional drama-romance work that explores the dynamics of a relationship breakdown through a non-verbal emotional approach. This work is based on the idea that conflicts in relationships do not always emerge through explicit verbal confrontation, but rather develop gradually through silence, emotional distance, and routines that lose their meaning. Therefore, cinematography is positioned as the primary visual language in conveying the characters’ inner states and relational dynamics. This article examines the creative process of Tak Kembali Lagi with a focus on the role of the Director of Photography (DOP) in designing and implementing visual aesthetics that support emotional storytelling. A realist approach is employed as the aesthetic foundation through the application of cinematographic techniques such as long takes, natural lighting, negative space composition, and frame-in-frame. The creation method consists of concept exploration, pre-production, production, and post-production stages. The results indicate that cinematography plays a significant role in communicating non-verbal emotions and enhancing the audience’s emotional experience without reliance on dialogue.