Yuyun Sulistiani
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MODEL RADEC BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS MURID KELAS IV UPT SPF SD INPRES PA’BAENG-BAENG 1: Penelitian Kuantitatif Yuyun Sulistiani; Muh Erwinto Imran; Nasharuddin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6226

Abstract

Penerapan model pembelajaran inovatif menjadi kebutuhan penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar adalah model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create). Rendahnya hasil belajar dan kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran mendorong dilakukan penelitian. Oleh karena itu, model RADEC yang bersifat aktif dan kolaboratif dipadukan dengan media pembelajaran interaktif dapat menjadi solusi yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain Nonequivalent Control Group. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IV di UPT SPF SD Inpres Pa’baeng-Baeng 1, dengan teknik sampel jenuh. Kelas IVA ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi tes pilihan ganda dan esai (pretest dan posttest), lembar observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model RADEC berbantuan media interaktif secara signifikan meningkatkan hasil belajar IPAS. Mayoritas siswa di kelas eksperimen mencapai kategori hasil belajar tinggi hingga sangat tinggi, sementara siswa di kelas kontrol umumnya berada pada kategori sedang hingga rendah. Disimpulkan bahwa model RADEC berbantuan media interaktif memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Model ini efektif menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna di tingkat sekolah dasar.