Intan Putri Kamilah
Universitas Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA VISUAL INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN KONSEP GERAHANA MATAHARI DI SEKOLAH DASAR farid tri febrian; Intan Putri Kamilah; Neni Hermita; Rifqa Gusmida Syahrun Barokah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6330

Abstract

Pembelajaran konsep gerhana matahari di sekolah dasar masih menghadapi tantangan karena miskonsepsi siswa yang disebabkan oleh sifat materi yang abstrak dan kurangnya media visual. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh media simulasi sederhana dalam pembelajaran IPA dan untuk menguji efektivitasnya terhadap pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, telaah pustaka, dan penilaian kinerja siswa menggunakan lembar kerja siswa (LKPD). Media pembelajaran yang terdiri dari alat simulasi yang mewakili posisi Matahari, Bulan, dan Bumi, dikembangkan dan diimplementasikan pada siswa kelas enam di SD Negeri 136 Pekanbaru. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam aspek kognitif (skor rata-rata 88–91), afektif (80–100), dan psikomotor (90–100). Siswa juga menunjukkan peningkatan keterlibatan, rasa ingin tahu, dan kemampuan untuk mengekspresikan pemahaman ilmiah secara mandiri. Dengan demikian, penggunaan media simulasi berbasis PBL terbukti efektif dan layak digunakan dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan keterampilan ilmiah siswa sekolah dasar.
EDUKASI GERAKAN MASYARAKAT MAKAN IKAN (GEMARI) BERBASIS DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN MENJADI NUGGET DI DESA TELUK PAPAL, KECAMATAN BANTAN, KABUPATEN BENGKALIS Sovia Rabuma; Erika Oktavia Sipahutar; Firman Harisyandi; Hazimah Nazilah; Intan Putri Kamilah; Lidya Angelika; Meriana Lubis; Mikha Dwi N Raja Gukguk; Nadya Rahmawati; Siti Jamillatul; Fajriani Ananda
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki kandungan gizi tinggi dan berperan penting dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Meskipun Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar, pemanfaatan ikan oleh masyarakat masih didominasi dalam bentuk konsumsi segar sehingga diversifikasi produk olahan ikan masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan melalui edukasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARI) serta pelatihan diversifikasi olahan ikan menjadi nugget. Metode kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif-partisipatif yang terdiri atas tahap identifikasi masalah, persiapan, pelaksanaan edukasi, demonstrasi pembuatan nugget ikan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat konsumsi ikan, kandungan gizi ikan, serta pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, peserta mampu mengikuti tahapan pembuatan nugget ikan mulai dari persiapan bahan hingga menghasilkan produk siap konsumsi. Produk nugget ikan memperoleh respons positif dari peserta karena memiliki rasa, tekstur, dan tampilan yang menarik serta berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan rumah tangga. Kegiatan edukasi GEMARI berbasis diversifikasi olahan ikan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi ikan sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil perikanan lokal secara lebih optimal.