Di daerah yang berpotensi sumber daya mineralnya, seperti Nagari Lubuk re Aling Selatan, Kabupaten Solok Selatan, penambangan emas menjadi salah satu sumber pendapatan utama. Perekonomian masyarakat diuntungkan dari operasi penambangan emas di satu sisi, tetapi di sisi lain menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang berpotensi mengancam keberlanjutan pembangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh emas penambangan terhadap lingkungan dan perekonomian secara umum dari perspektif pembangunan di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode analitik. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan kunci informasi yang diperoleh dari instansi pemerintah daerah dan masyarakat umum, serta dokumentasi sumber-sumber yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, analisis data, dan kesimpulan analisis. Temuan penelitian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan emas penambangan berdampak negatif terhadap lingkungan., antara lain berupa pencemaran air sungai akibat penggunaan merkuri, kerusakan lahan, hilangnya vegetasi, serta meningkatnya risiko bencana ekologis seperti banjir dan longsor. Dari sisi ekonomi, penambangan emas memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, dan berkembangnya usaha mikro di sekitar lokasi tambang. Namun demikian, manfaat ekonomi tersebut cenderung bersifat jangka pendek dan menimbulkan ketergantungan masyarakat terhadap sektor pertambangan. Ditinjau dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan penambangan emas di Lubuk Ulang Aling Selatan belum sepenuhnya mencerminkan keseimbangan antara aspek ekonomi. pengelolaan pertambangan lebih berkelanjutan melalui penguatan regulasi, pengawasan lingkungan, reklamasi lahan pascatambang, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.