Rifald Rizal
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Akhlak dalam Kegiatan Harian Santri di Pondok Pesantren Rifald Rizal; Nur Aisyah Zulkifli
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9312

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of moral education (ta’dīb) in the daily routines of students at Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Aidarusiyah. Moral education is viewed as the core of personality formation in Islamic pedagogy; therefore, pesantren serve as a strategic environment for the internalization of moral values through habituation, exemplary conduct, disciplinary systems, and spiritual training integrated throughout 24-hour activities. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through participant observation, in-depth interviews with the kyai, teachers, and students, as well as documentation analysis of the curriculum, daily schedules, and institutional regulations. Data were analyzed using Miles, Huberman, and Saldana’s interactive model, while credibility was ensured through source and methodological triangulation. The findings indicate that moral education in this pesantren is implemented comprehensively, systematically, and consistently across all dimensions of students’ daily lives. Moral values are not delivered as an independent subject; rather, they are embedded in worship practices, learning activities, social interactions, cleanliness routines, and disciplinary mechanisms. Triangulated data reveal strong coherence between planning, implementation, and evaluation, forming a structured and accountable moral development system. Four major determinants underpin the effectiveness of moral education: the holistic integration of moral values, the exemplary role of kyai and teachers, the controlled learning environment, and well-organized management structures. This study concludes that the pesantren’s model of moral education provides a valuable reference for other educational institutions seeking to develop comprehensive, effective, and sustainable character education systems.
PENGARUH METODE SOROGAN TERHADAP KEMAMPUAN SANTRI DALAM MEMBACA KITAB KUNING DI PONPES DARUL HADIS AL-AIDARUSIYAH rifald rizal; Risnawati; Granita
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10012

Abstract

Pembelajaran kitab kuning merupakan ciri khas pendidikan pesantren yang menuntut kemampuan santri dalam membaca teks Arab tanpa harakat secara tepat dan memahami maknanya. Perbedaan kemampuan santri dalam membaca kitab kuning menunjukkan perlunya metode pembelajaran yang efektif, salah satunya adalah metode sorogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode sorogan terhadap kemampuan santri dalam membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Hadis Al-Aidarusiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi sekaligus sampel berjumlah 35 santri yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan tes, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca kitab kuning santri dengan kontribusi sebesar 48,3%, sedangkan 51,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, metode sorogan terbukti efektif dan relevan untuk dipertahankan serta dikembangkan dalam pembelajaran kitab kuning di pesantren.