Nurlaila Dwe Khairiyati
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Pembelajaran Berdiferensiasi Melalui tutor Teman Sebaya Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Nurlaila Dwe Khairiyati; Arta Mulya Budi Harsono; Ahmad Suriansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9679

Abstract

Setiap siswa memiliki kesiapan, kemampuan, dan minat belajar yang beragam. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha yang dilakukan agar kebutuhan belajar setiap siswa dapat terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 kategori siswa yaitu cepat, lambat, dan butuh perhatian. Penerapan metode tutor teman sebaya memberikan solusi praktis bagi guru guna menjangkau dan memenuhi kebutuhan belajar siswa dalam jam pembelajaran yang terbatas. Studi ini mengadopsi metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informasi diperoleh menggunakan triangulasi data, yaitu wawancara semi-terstruktur dengan guru kelas, observasi non-partisipatif dengan tutor dan siswa yang dibimbing, serta studi dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tutor teman sebaya dalam pembelajaran berdiferensiasi berhasil meningkatkan hasil belajar siswa yang dibimbing. Peningkatan terlihat pada hasil kognitif dan aspek non-kognitif, seperti kepercayaan diri dan keterampilan sosial. Siswa yang berperan sebagai tutor mendapatkan tugas pengayaan yang lebih menantang untuk mempertahankan minat belajar mereka. Tantangan berupa frustrasi tutor saat membimbing berhasil dimitigasi melalui dukungan guru, termasuk intervensi langsung dan perubahan posisi duduk siswa yang kesulitan. Studi ini menyimpulkan bahwa strategi tutor teman sebaya terbukti efektif dan strategis dalam mengoptimalkan pembelajaran berdiferensiasi. Secara praktis, guru disarankan untuk rutin mengadakan program pelatihan tutor sebaya yang berfokus pada keterampilan komunikasi dan mitigasi frustasi, bukan hanya penguasaan materi.