Penguasaan Bahasa Inggris di Sekolah Dasar krusial untuk daya saing global, namun implementasinya dihadapkan pada tantangan struktural berupa alokasi waktu Kurikulum Merdeka yang terbatas yaitu 70 menit per minggu. Menganalisis secara mendalam mekanisme implementasi program English Language Habituation (ELH) dan kontribusinya terhadap pengembangan empat keterampilan berbahasa siswa yaitu, speaking, listening, reading, dan writing menjadi tujuan utama studi ini. Studi ini mengadopsi metodologi kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus Tunggal di MI Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin sebagai unit analisis. Data diperoleh menggunakan triangulasi dari wawancara menyeluruh partisipan kunci, observasi langsung kegiatan vocabulary dan frasa wajib harian, serta studi dokumen guru dan siswa, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Tematik. Hasil menunjukkan ELH berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan sangat memotivasi, efektif menurunkan Affective Filter siswa, yang berdampak positif pada peningkatan signifikan keterampilan Berbicara dan Mendengar melalui rutinitas harian. Keberhasilan program didukung oleh konsistensi guru, lingkungan belajar yang mendukung, serta penggunaan media yang variatif. Studi ini memperkuat validitas Affective Filter Hypothesis di konteks EFL dengan alokasi waktu minimal dan mengimplikasikan perlunya perluasan ELH menjadi kebijakan quasi-immersion di seluruh lingkungan sekolah serta integrasi Extensive Reading sebagai panduan praktis menghadapi kebijakan wajib Bahasa Inggris yang baru dan peningkatan pelatihan guru, penyediaan media pembelajaran yang menarik, serta kolaborasi dengan orang tua untuk memperkuat pembiasaan di luar sekolah.