Ummi Khoiriah Hsb
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Perilaku Menyimpang Siswa Berkebutuhan Khusus Ummi Khoiriah Hsb; Ichsan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh lingkungan belajar terhadap perilaku menyimpang siswa berkebutuhan khusus (SBK) melalui pendekatan studi literatur. Lingkungan belajar yang dimaksud mencakup dimensi fisik, sosial, dan psikologis, yang saling berinteraksi dalam membentuk pengalaman belajar serta perilaku siswa. Kajian literatur menunjukkan bahwa lingkungan fisik yang tidak aksesibel, kurang nyaman, atau tidak ramah terhadap kebutuhan sensorik SBK dapat meningkatkan tingkat stres dan memicu perilaku maladaptif. Lingkungan sosial sekolah yang kurang inklusif ditandai dengan stigma, penolakan teman sebaya, serta rendahnya kompetensi guru berperan dalam meningkatkan munculnya perilaku menyimpang. Demikian pula, lingkungan psikologis yang tidak memberikan rasa aman, dukungan emosional, dan penerimaan dapat menghambat kemampuan regulasi perilaku siswa. Sebaliknya, implementasi pendidikan inklusif yang komprehensif melalui adaptasi kurikulum, diferensiasi pembelajaran, dukungan sosial-emosional, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan tenaga professional berperan sebagai faktor protektif yang efektif dalam meminimalkan perilaku menyimpang. Hasil kajian ini menegaskan bahwa perilaku menyimpang pada SBK bukan semata-mata akibat karakteristik individu, tetapi merupakan hasil interaksi dinamis antara siswa dan lingkungan belajarnya. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan praktik pendidikan inklusif dan strategi pengelolaan perilaku di sekolah.
KESADARAN FONOLOGIS BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN DI SEKOLAH DASAR Ummi Khoiriah Hsb; Aninditya Sri Nugraheni
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i2.1464

Abstract

Kesadaran fonologis merupakan komponen penting yang berkontribusi terhadap keberhasilan pembelajaran membaca permulaan di sekolah dasar. Kesadaran ini berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam mengenali, membedakan, serta mengolah unsur-unsur bunyi bahasa, mulai dari kata, suku kata, rima, hingga fonem, yang berfungsi sebagai jembatan antara bahasa lisan dan bahasa tulis. Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam peran kesadaran fonologis dalam bahasa Indonesia pada pembelajaran membaca permulaan di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan melalui kajian sistematis terhadap berbagai sumber, meliputi buku akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, serta karya ilmiah lain yang relevan dengan topik kesadaran fonologis dan membaca permulaan. Proses analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengungkap konsep utama, temuan penelitian, serta implikasi teoretis dan praktis yang muncul dari sumber-sumber tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran fonologis berperan penting dalam mendukung kesiapan membaca siswa, berkembang secara bertahap melalui beberapa tahapan kemampuan, serta memiliki keterkaitan yang kuat dengan karakteristik bahasa Indonesia yang memiliki sistem ortografi relatif transparan. Selain itu, penerapan kesadaran fonologis secara terencana dalam pembelajaran membaca permulaan memberikan dampak positif terhadap pencegahan kesulitan membaca serta peningkatan kemampuan literasi awal peserta didik. Dengan demikian, kesadaran fonologis perlu diintegrasikan secara konsisten dalam praktik pembelajaran membaca permulaan di sekolah dasar.