Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh lingkungan belajar terhadap perilaku menyimpang siswa berkebutuhan khusus (SBK) melalui pendekatan studi literatur. Lingkungan belajar yang dimaksud mencakup dimensi fisik, sosial, dan psikologis, yang saling berinteraksi dalam membentuk pengalaman belajar serta perilaku siswa. Kajian literatur menunjukkan bahwa lingkungan fisik yang tidak aksesibel, kurang nyaman, atau tidak ramah terhadap kebutuhan sensorik SBK dapat meningkatkan tingkat stres dan memicu perilaku maladaptif. Lingkungan sosial sekolah yang kurang inklusif ditandai dengan stigma, penolakan teman sebaya, serta rendahnya kompetensi guru berperan dalam meningkatkan munculnya perilaku menyimpang. Demikian pula, lingkungan psikologis yang tidak memberikan rasa aman, dukungan emosional, dan penerimaan dapat menghambat kemampuan regulasi perilaku siswa. Sebaliknya, implementasi pendidikan inklusif yang komprehensif melalui adaptasi kurikulum, diferensiasi pembelajaran, dukungan sosial-emosional, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan tenaga professional berperan sebagai faktor protektif yang efektif dalam meminimalkan perilaku menyimpang. Hasil kajian ini menegaskan bahwa perilaku menyimpang pada SBK bukan semata-mata akibat karakteristik individu, tetapi merupakan hasil interaksi dinamis antara siswa dan lingkungan belajarnya. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan praktik pendidikan inklusif dan strategi pengelolaan perilaku di sekolah.
Copyrights © 2025