Ichsan
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS LARANGAN PENGGUNAAN GADGET BAGI SISWA : UPAYA GURU DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA DI SD IT Mamkua; Ichsan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menumbuhkan karakter siswa melalui peraturan sekolah di sekolah dasar Islam terpadu. Jenis penelitian ini merupakan oenelitian kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian Ini dilakukan melalui wawancara dengan empat orang informan. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah dasar Islam terpadu di kota Palembang. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya SDIT dalam menumbuhkan karakter siswa dengan cara menerapkan peraturan dan himbauan kepada wali murid untuk tidak membelikan dan memberikan gadget kepada siswa. Hal ini bertujuan agar siswa fokus dalam belajar sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran
Penerapan Media Pembelajaran Genially untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA di SD Muhammadiyah Nailah Fatma; Ichsan
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 3 No. 2 (2022): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.522 KB) | DOI: 10.47766/ga.v3i2.955

Abstract

The purpose of this study is to determine the application of genially learning media to improve science learning outcomes for students of SD Muhammadiyah Condongcatur. The method used is quantitative form one group pretest-posttest design. The subjects in this study were 20 students in class IVB of SD Muhammadiyah Condongcatur. The data collection technique uses multi-limb multiple choice test questions consisting of 20 questions. The data were analyzed using the Paired Sample T-Test test, from the results of the t test obtained a significance value (2- tailed) from the pretest and posttest was 0.000 < 0.05, then Ha was accepted, meaning that there was an increase in science learning outcomes with the application of genially media, so it can be concluded that genial-based learning media can improve the learning outcomes of grade IVB students at SD Muhammadiyah Condongcatur keyword;Genially media, Science
EKSPLORASI JENIS-JENIS BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR BERDASARKAN KONTEKS SOSIAL DAN TEKNOLOGIS Jelsy Anjelina; Ichsan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9884

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan dinamika sosial telah membentuk pola belajar baru pada siswa sekolah dasar yang tidak lagi terbatas pada interaksi tatap muka, tetapi juga melibatkan media dan lingkungan virtual. Kondisi ini memunculkan variasi jenis belajar yang semakin beragam, mulai dari belajar sosial melalui interaksi sebaya hingga belajar berbasis teknologi seperti multimedia interaktif dan game edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memetakan jenis-jenis belajar anak sekolah dasar dalam konteks sosial dan teknologis serta mengidentifikasi implikasi pedagogisnya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) melalui penelusuran jurnal nasional dan internasional terindeks pada rentang 2015–2025 menggunakan Google Scholar dan Scopus. Tahapan penelitian meliputi identifikasi, seleksi, penilaian kualitas, analisis tematik, dan sintesis data. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam konteks sosial, jenis belajar dominan mencakup pembelajaran kolaboratif, observasional, dan interaksi sebaya yang berkontribusi pada penguatan kognitif dan sosial-emosional. Dalam konteks teknologi, muncul bentuk belajar seperti game-based learning, self-paced learning, dan multimedia-based learning yang meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep. Integrasi keduanya melahirkan pembelajaran hybrid dengan ragam jenis belajar kolaboratif-digital, reflektif-digital, eksploratif-inquiry, dan multimodal-integratif. Temuan ini menegaskan bahwa jenis belajar anak SD bersifat dinamis dan menuntut strategi pengajaran adaptif yang memadukan interaksi sosial dan teknologi secara seimbang.
Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Perilaku Menyimpang Siswa Berkebutuhan Khusus Ummi Khoiriah Hsb; Ichsan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh lingkungan belajar terhadap perilaku menyimpang siswa berkebutuhan khusus (SBK) melalui pendekatan studi literatur. Lingkungan belajar yang dimaksud mencakup dimensi fisik, sosial, dan psikologis, yang saling berinteraksi dalam membentuk pengalaman belajar serta perilaku siswa. Kajian literatur menunjukkan bahwa lingkungan fisik yang tidak aksesibel, kurang nyaman, atau tidak ramah terhadap kebutuhan sensorik SBK dapat meningkatkan tingkat stres dan memicu perilaku maladaptif. Lingkungan sosial sekolah yang kurang inklusif ditandai dengan stigma, penolakan teman sebaya, serta rendahnya kompetensi guru berperan dalam meningkatkan munculnya perilaku menyimpang. Demikian pula, lingkungan psikologis yang tidak memberikan rasa aman, dukungan emosional, dan penerimaan dapat menghambat kemampuan regulasi perilaku siswa. Sebaliknya, implementasi pendidikan inklusif yang komprehensif melalui adaptasi kurikulum, diferensiasi pembelajaran, dukungan sosial-emosional, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan tenaga professional berperan sebagai faktor protektif yang efektif dalam meminimalkan perilaku menyimpang. Hasil kajian ini menegaskan bahwa perilaku menyimpang pada SBK bukan semata-mata akibat karakteristik individu, tetapi merupakan hasil interaksi dinamis antara siswa dan lingkungan belajarnya. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan praktik pendidikan inklusif dan strategi pengelolaan perilaku di sekolah.