Mutiara Basli Ali
Universitas PGRI Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Wacana Iklan Layanan Masyarakat “Anak Kost” Menggunakan Teori Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Mutiara Basli Ali; Ika Septiana
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10098

Abstract

Penelitian ini mengaplikasikan metode analisis wacana kritis dengan pendekatan model Teun A. Van Dijk, untuk meneliti iklan layanan masyarakat yang berjudul "Anak Kost 30s." Penelitian ini memfokuskan pada dimensi teks, yang dibagi menjadi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Dalam struktur makro, iklan ini menyoroti topik kepedulian sosial, tema kemanusiaan, serta empati, dengan ide utama bahwa kebaikan yang tampak kecil pun bisa memberikan dampak besar bagi orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Pada bagian superstruktur, terdapat orientasi yang menjelaskan latar belakang isu tentang mahasiswa yang tinggal jauh dari rumah dan tidak bisa pulang saat Lebaran karena pandemi, komplikasi yang menggambarkan perasaan kesepian dan rindu pada keluarga, serta reorientasi yang menyajikan solusi melalui perhatian Ibu Kost yang menunjukkan bahwa kebaikan dari orang-orang terdekat bisa menjadi sumber kekuatan. Sementara itu, dalam struktur mikro, terdapat penggunaan sintaksis, semantik, dan stilistik yang tepat untuk membangkitkan empati dan menarik perhatian audiens terhadap iklan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa iklan ini mampu menyampaikan pesan yang kuat tentang pentingnya kepedulian sosial dan kebaikan dalam menghadapi kesulitan hidup.
BAHASA MEDSOS SEBAGAI CERMIN IDENTITAS SOSIAL GENERASI Z DI INDONESIA PADA PENGGUNA TIKTOK Mutiara Basli Ali; Ika Septiana; Senowarsito
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15228

Abstract

This study examines how language is used on the TikTok platform as a reflection of the social identities of Generation Z members in Indonesia. The language used by TikTok users is not only a means of communication but also serves as a symbol representing group identity, social values, and the shifting cultural dynamics occurring among the younger generation. The method used in this study is a descriptive qualitative method, employing a documentation and discourse analysis approach to various posts, comments, and captions generated by TikTok users aged 16 to 25. The results reveal three main patterns in language use: first, the alternation or mixing of Indonesian and English as a way to demonstrate a cosmopolitan identity; second, the use of slang terms from the community such as “no cap,” “slay,” and “bestie” as signs of warmth and unity within peer groups; and third, the deliberate use of regional languages as a form of expressing ethnic identity and pride in the local environment. These findings suggest that the language choices made by Generation Z on TikTok are deliberate strategies they employ to construct, display, and manage their social identities within the digital environment.