Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PPG DALAM JABATAN TERHADAP KOMPETENSI GURU DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL Atania Rosbina Br Banguni; Nurhayati Nurhayati; Suryani; Damenta Br Ginting; Weni Sarbaini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran digital. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru tidak hanya memiliki literasi digital dasar, tetapi juga kemampuan merancang dan memproduksi media pembelajaran digital yang sesuai dengan prinsip pedagogis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 40 guru sekolah dasar yang telah menyelesaikan PPG Daljab pada periode 2024–2025 dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima tingkat yang disusun berdasarkan kerangka kompetensi TIK UNESCO dan indikator efektivitas program PPG. Instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rerata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPG Daljab efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital, terutama pada aspek perencanaan, perancangan, dan integrasi media digital dalam pembelajaran. Namun demikian, masih ditemukan keterbatasan pada kemampuan teknis lanjutan dalam produksi media digital. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa PPG Daljab berkontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi profesional digital guru, meskipun penguatan melalui pelatihan yang lebih berbasis praktik masih diperlukan untuk mendukung pembelajaran abad ke-21.
Penggunaan Smartboard Mendorong Pembelajaran Kolaboratif dan Kreativitas Siswa Gen Alpha Sekolah Dasar di Era Digital: Penelitian Suryani; Atania Rosbina Br Bangun
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5126

Abstract

The purpose of this study is to assess the influence and implementation process of Smartboard in encouraging collaborative learning and creativity of Generation Alpha students in elementary schools in the digital era. Generation Alpha or also known as generation Y is a group of children born after 2010. They have the character of being digital natives, familiar with gadgets and like to access the internet but also often distorted and lack social interaction, The reason for this study is that Gen Alpha requires a different educational approach. This research method uses a mixed method sequential explanatory, starting with a quantitative stage of quasi-experiment (experimental and control classes) and then qualitative methods through observation and interviews at SDS Kemala Bhayangkari 01 Medan. The research instruments used were a collaboration questionnaire, a product creativity test, observation guidelines, and interviews. Quantitative results showed a significant increase in the experimental class for collaboration scores (p<0.01) and creativity (p<0.05). Qualitative findings revealed three main themes: (1) the transformation of students' roles from passive to active collaboration through digital and multi-touch group workspaces, (2) stimulation of creativity through visuals, audio, and gamification, and (3) lively classroom dynamics with multi-directional communication. The combined results indicated that the Smartboard acted as a catalyst that facilitated a participatory learning environment, fostering 21st-century skills. This study suggests ongoing teacher training, curriculum-based content integration, and systematic evaluation for optimizing educational technology investments.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN IPA MELALUI IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB UNTUK PENGUATAN LITERASI SAINS SISWA SEKOLAH DASAR Amanda P.D Manalu; Juliana br Sihombing; Atania Rosbina Br Bangun; Suryani; Nurhayati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.16120

Abstract

SDN 060914 Medan Sunggal faced challenges in science learning, particularly in teaching the Earth's layer structure, due to limited utilization of digital learning media and the difficulty of visualizing abstract concepts. This community service program aimed to implement a research-based web learning medium to support science instruction and strengthen students' science literacy. The program involved one fifth-grade teacher and 28 students through a participatory approach consisting of needs assessment, teacher training, classroom implementation, mentoring, and evaluation. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, and documentation. The results showed that the teacher was able to independently operate and integrate the web-based learning medium into classroom learning after participating in the training and mentoring activities. Students demonstrated high participation in utilizing the medium, with active engagement increasing from 52.4% to 85.7% during the implementation period. In addition, 89.3% of students stated that the medium helped them understand the Earth's layer structure material more easily. The program contributed to improving teachers’ capacity in utilizing digital learning media and supported more interactive science learning. The implementation of the web-based learning medium can serve as an alternative strategy for strengthening digital-based science learning in elementary schools..