Harry
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDEOLOGI GERAKAN MUHAMMADIYAH Erwin Wirawan; Harry; Nurul Imana; Devi Azra Yunus; Asri; Dahlan Lama Bawa
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10576

Abstract

This article examines the ideology of the Muhammadiyah movement as the foundational framework that shapes its da’wah orientation and socio-religious activism in Indonesia. The study addresses the problem of how Muhammadiyah’s ideological principles function not only as normative religious doctrines but also as operational guidelines that sustain the movement’s relevance amid social change. The research aims to analyze the construction and role of Muhammadiyah’s ideology in guiding organizational consistency, social engagement, and modernization efforts. This study employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from primary sources such as official Muhammadiyah documents and authoritative works of Muhammadiyah thinkers, as well as secondary sources including academic books and peer-reviewed journal articles on Islamic movements and ideology. Data analysis was conducted through qualitative content analysis by identifying key concepts, interpreting their meanings, and examining their interrelationships within the ideological framework. The findings show that the ideology of the Muhammadiyah movement is integrative in nature, combining theological foundations, rational reasoning, and social praxis. The principles of tawhid, amar ma‘ruf nahi munkar, and tajdid function as a coherent value system that guides Muhammadiyah’s educational, health, and social service initiatives. This ideology enables Muhammadiyah to maintain organizational consistency while remaining adaptive to modern social dynamics. The study concludes that ideological consistency plays a crucial role in sustaining Muhammadiyah as a modern Islamic movement oriented toward social progress and the welfare of society.
AKHLAK Erwin Wirawan; Harry; Asri; M.Amin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11053

Abstract

Isu kemerosotan moral semakin kompleks di era globalisasi dan digitalisasi, khususnya memengaruhi perilaku sosial dan nilai-nilai etika di kalangan generasi muda. Perkembangan moral (akhlak) dalam Islam tidak hanya tercermin dalam perilaku lahiriah, tetapi juga mewakili internalisasi nilai-nilai berbasis iman yang membimbing perilaku manusia. Studi ini bertujuan untuk mengkaji konsep akhlak dari perspektif Islam, menganalisis tantangan perkembangan moral di era digital, dan mengidentifikasi upaya strategis untuk memperkuat pendidikan moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode riset kepustakaan melalui analisis teks-teks Islam klasik, termasuk karya Al-Ghazali, serta artikel-artikel ilmiah terkini yang relevan dengan pendidikan moral dan isu-isu sosial kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa akhlak dalam Islam adalah konsep holistik yang berakar pada iman dan dikembangkan melalui pendidikan berkelanjutan, pembiasaan, dan teladan moral. Lebih lanjut, kemerosotan moral dipengaruhi oleh faktor internal seperti kesadaran religius yang lemah dan faktor eksternal termasuk lingkungan keluarga, praktik pendidikan, dan paparan media digital. Penguatan pendidikan moral melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan, keterlibatan keluarga, dan pemanfaatan media digital secara positif sangat penting untuk mengatasi tantangan moral di masyarakat modern.