Neza Dwi Nasyfa
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELEVANSI FILSAFAT PERENIALISME DALAM MEMBENTUK KARAKTER DAN KECERDASAN INTELEKTUAL PESERTA DIDIK DI ERA MODERN Ziyadah El fadllilah; Abdul Khobir; Fina Nikmatul Kamelia; Neza Dwi Nasyfa
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the relevance of the Perennialism educational philosophy in character development for students in the rapidly changing digital era. Perennialism is based on timeless universal values ​​such as honesty, responsibility, wisdom, and justice, which, according to Taufik Nurrochman (2023), are the primary foundation for developing moral character. Findings by Suharyanto H. Soro (2024) indicate that integrating these values ​​through habituation, teacher role models, and spiritual strengthening can increase students' moral resilience. Other studies, such as those by Afiyah (2020) and Liviani (2023), confirm that the application of noble values ​​through learning, religious environments, and social practices has a significant impact on character development. Amidst the challenges of the digital era, such as the flood of information, the influence of social media, and the ethical crisis, Perennialism is seen as an approach capable of restoring the moral orientation of education. This approach offers a combination of intellectual acuity, moral discipline, and spiritual depth, as explained by Ummi Puji Astutik (2023). Thus, the application of Perennialism in education not only prepares students academically but also shapes them into complete human beings capable of adhering to eternal values ​​in the face of modern dynamics.
Pemanfaatan Artifical Intelligence dalam Sistem Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Tinjauan Konseptual dan Prospek Implementasi Neza Dwi Nasyfa; Muhammad Nur Ilham; Taufiqoh Khasanah; Muhammad Zakki Musyafa; Mohammad Ja’far Firdaus
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11860

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), membuka peluang baru bagi pengembangan sistem evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep dan karakteristik evaluasi PAI, mengidentifikasi kelemahan evaluasi konvensional di era digital, mengkaji relevansi AI dalam penilaian pembelajaran, serta merumuskan prospek, tantangan, dan arah implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, prosiding, dan dokumen relevan, kemudian dianalisis dengan teknik analisis isi melalui reduksi data, pengelompokan tematik, penyajian, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi PAI konvensional masih cenderung berfokus pada aspek kognitif sehingga penilaian ranah afektif, psikomotorik, spiritual, dan pembentukan karakter belum terakomodasi secara optimal. Pemanfaatan AI menawarkan otomatisasi penilaian, analisis jawaban, learning analytics, evaluasi adaptif, analisis prediktif, dan umpan balik personal yang dapat meningkatkan objektivitas, efisiensi, serta kualitas evaluasi. Meskipun demikian, implementasinya menghadapi kendala kesiapan infrastruktur, kompetensi digital pendidik, kesenjangan akses, privasi data, validitas informasi, dan etika penggunaan teknologi. Oleh karena itu, AI perlu ditempatkan sebagai alat pendukung yang membantu guru mengolah data dan menyusun tindak lanjut pembelajaran, tanpa menggantikan peran pendidik dalam menilai dimensi afektif dan spiritual, membimbing karakter, serta memastikan evaluasi tetap berlandaskan nilai-nilai Islam serta mendukung peningkatan mutu pembelajaran yang adaptif, humanis, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.