Penelitian ini dilatarbelakangi dengan fenomena yang terjadi di Pondok Pesantren Ashabul Yamin Lasi, yaitu terdapat beberapa santriwati yang melakukan perilaku vandalisme seperti mencoret-coret meja, kursi dan merusak fasilitas pesantren lainnya. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam munculnya perilaku vandalisme adalah konformitas teman sebaya. Remaja pada umumnya memiliki kecenderungan kuat untuk menyesuaikan diri dengan kelompoknya agar diterima dan tidak tersisih. Ketika kelompok teman sebaya menunjukkan perilaku negatif, maka individu cenderung ikut terlibat dalam tindakan serupa, termasuk vandalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku vandalisme siswi/santriwati kelas 2 dan 3 tingkat Tsanawiyah di Pondok Pesantren Ashabul Yamin Lasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi dalam penelitian ini adalah santriwati kelas 2 dan 3 tingkat Tsanawiyah berjumlah 113 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 46 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah angket dengan menggunakan skala likert dan kemudian diolah menggunakan uji regresi parametrik SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku vandalisme santriwati. Hasil ini diperoleh dari pengujian hipotesis dengan persentase besar pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku vandalisme santriwati yaitu sebesar 2.6%. Koefisien konstanta sebesar 104.805 dengan nilai koefisien regresi konformitas teman sebaya sebesar -0.181, sehingga diperoleh persamaan Y= 104.805-0.181x. Jika nilai X bernilai 0, artinya apabila konformitas teman sebayanya (0), maka perilaku vandalisme 104.805. Koefisien regresi sebesar untuk variabel konformitas teman sebaya sebesar - 0.181. Apabila pengaruhnya negatif antara variabel X dan variabel Y, menunjukkan bahwa semakin tinggi konformitas teman sebaya yang positif maka perilaku vandalisme santriwati semakin rendah.