Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI PEDULI LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PENGELOLAHAN SAMPAH PLASTIK BERBASIS BANK SAMPAH SEKOLAH Salwa Tsabitah Hummaira; Anna Maria Oktaviani; Empat Sunisti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11206

Abstract

Environmental problems caused by plastic waste have become a serious challenge in achieving sustainable development, including in the school environment. One strategic effort to address this issue is by instilling environmental care values from an early age through educational programs. This study aims to analyze the internalization of environmental care values among elementary school students through plastic waste management based on the School Waste Bank program. The research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected using a literature study by reviewing and analyzing various relevant Indonesian scientific journals, books, and research reports related to environmental education, character education, and school waste bank implementation. The results of the study indicate that the School Waste Bank program plays an effective role in internalizing students’ environmental care values through three interconnected domains: cognitive, affective, and psychomotor. Cognitively, students gain an understanding of the environmental impacts of plastic waste and the importance of waste management. Affectively, the program fosters attitudes of responsibility, discipline, and empathy toward the environment. Psychomotorically, students develop practical skills and habitual behaviors in sorting, recycling, and reusing plastic waste. Furthermore, the School Waste Bank contributes to creating a sustainable school culture that supports character education. Therefore, plastic waste management based on the School Waste Bank can serve as an effective educational medium in shaping environmentally responsible character among elementary school students.
Penerapan Model Pembelajaran Diskusi Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPAS di SDN Bendungan 1 Cilegon Siti Sopiaturida; Salwa Tsabitah Hummaira; Sulistiawati Sulistiawati; Muhamad Abdul Roji; Empat Sunisti .; Henny Setiani .
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i2.1236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh berbagai model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar dan menengah. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang digunakan guru untuk merancang proses pembelajaran secara sistematis dan terarah demi mencapai tujuan pendidikan. Dalam artikel ini, penulis membahas beberapa model utama seperti model pembelajaran langsung, model pembelajaran tidak langsung, model pembelajaran berbasis diskusi dalam kerangka Problem Based Learning (PBL), model pembelajaran kooperatif, dan model pembelajaran kontekstual. Setiap model dianalisis berdasarkan karakteristik utama, tahapan pelaksanaan, peran guru dan siswa, serta kelebihan dan keterbatasannya. Misalnya, model pembelajaran langsung lebih cocok untuk materi yang bersifat faktual dan prosedural, sedangkan model pembelajaran berbasis masalah mendorong keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Selain itu, model kooperatif seperti Think-Pair-Share, Jigsaw, dan Numbered Heads Together dinilai mampu meningkatkan kolaborasi dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Pentingnya pemilihan model pembelajaran yang tepat berdasarkan konteks kelas, gaya belajar siswa, serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Penyesuaian strategi pembelajaran terhadap kebutuhan siswa dan lingkungan belajar akan memberikan dampak signifikan terhadap motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, pemahaman mendalam terhadap ragam model pembelajaran dapat menjadi bekal penting bagi guru dalam merancang pembelajaran yang efektif, menarik, dan bermakna.