Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STRATEGI PENGELOLAAN OBJEK WISATA RELIGI GANTARANG LALANG BATA BERBASIS PARTISIPASI SOSIAL UNTUK KEMANDIRIAN DESA Ainun Zahariyah Taufik; Ibrahim; Rusdi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11330

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine: 1) How factors influence community participation in the management of the Gantarang Lalang Bata religious tourist attraction. 2) To determine the management strategies of the Gantarang Lalang Bata religious tourist attraction in increasing community participation for village independence. The type of research used is descriptive qualitative. The data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted in three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing, accompanied by SWOT analysis. The results of this study are as follows: 1) The factors that influence community participation in the management of the Gantarang Lalang Bata religious tourist attraction include age, livelihood, and leadership (community and government figures). 2) The management strategy for the Gantarang Lalang Bata religious tourist attraction based on the results of the SWOT analysis is as follows: SO Strategy: Optimizing the role of the community as local guides and creative economic actors; WO Strategy: Forming a tourism awareness group (Pokdarwis) as the main manager and utilizing the potential for mutual cooperation to improve basic facilities on a regular basis; ST Strategy: Preserving local religious and cultural values so that they are not eroded by modernization and holding regular events (religious festivals) to maintain the existence and interest of tourists, and WT Strategy: Digitizing history and documentation.
Implementasi Media Pembelajaran Interaktif Kartu Domino pada Mata Pelajaran IPS untuk Meningkatkan Kecerdasan Sosial Emosional Siswa di SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa Maulifka Nur Pratiwi; Ibrahim; Sakmawati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16395

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran media pembelajaran interaktif kartu domino pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa; (2) implementasi media pembelajaran interaktif kartu domino pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa; dan (3) peningkatan aspek-aspek kecerdasan sosial emosional siswa setelah penggunaan media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru IPS, kepala sekolah, serta siswa kelas IX.4 dan IX.5 SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa . Untuk pengumpulan data, wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan. Setelah itu, data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut: (1) gambaran media pembelajaran interaktif kartu domino. Terlihat dari beberapa indikator, yaitu: (a) dirancang secara menarik dan sistematis dengan memuat soal dan jawaban yang saling berhubungan serta dapat digunakan tanpa bantuan teknologi modern; (b) aktivitas permainan kartu domino mampu menumbuhkan kerja sama antarsiswa; dan (c) penggunaan media ini meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran. (2) Implementasi media pembelajaran interaktif kartu domino ditunjukkan melalui: (a) media perencanaan dan penyusunan yang meliputi kartu soal–jawaban sesuai dengan kemampuan siswa serta desain visual yang menarik; (b) pemilihan materi IPS yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dan disajikan dengan bahasa yang sederhana; serta (c) penyusunan soal dan jawaban secara berpasangan yang mampu mendorong siswa untuk berpikir aktif, berdiskusi, dan berinteraksi. (3) Penggunaan media pembelajaran interaktif kartu domino terbukti mampu meningkatkan aspek-aspek kecerdasan sosial emosional siswa, yang meliputi: (a) kesadaran diri, (b) pengaturan diri, (c) motivasi, (d) empati, dan (e) keterampilan sosial. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif kartu domino efektif digunakan dalam Mata Pelajaran IPS, karena tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep siswa, tetapi juga mengembangkan aspek Kecerdasan Sosial Emosional Siswa secara signifikan.
Penguatan Karakter Sosial dan Kompetensi Siswa Melalui Konten Pembelajaran IPS Terpadu Andi Masyita Ratsdiana; Ibrahim; Hasni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan karakter sosial dan kompetensi sosial siswa melalui konten pembelajaran ips terpadu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi literatur yang bersumber dari jurnal nasional terindeks SINTA dan jurnal internasional terindeks Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS terpadu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sosial seperti empati, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial. Selain itu, konten IPS terpadu terbukti mampu meningkatkan kompetensi sosial siswa, terutama dalam aspek komunikasi, kerja sama, berpikir kritis, serta partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Strategi pengembangan konten IPS terpadu yang efektif meliputi pendekatan kontekstual, problem-based learning, pemanfaatan media inovatif, serta integrasi kearifan lokal. Dengan demikian, pembelajaran IPS terpadu tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguasaan pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter sosial yang relevan dengan tuntutan abad ke-21.
DINAMIKA SOSIAL PERAN GURU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN LINTAS BUDAYA Siti Arah Suniyah; Ahmadin; Ibrahim
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v8.i2.3843

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the dynamics of teachers’ roles in the implementation of the Merdeka Curriculum and to identify transformative efforts undertaken by teachers in responding to emerging challenges in contemporary educational practice. This research employs a qualitative method with a library research approach, in which data were gathered from academic books, indexed journals, official reports, and relevant scholarly publications, and subsequently analyzed using content analysis techniques. The findings indicate that the primary dynamics in implementing the Merdeka Curriculum include unequal levels of teacher understanding regarding the new learning paradigm, limited availability of media to support the Pancasila Student Profile Project (P5), and the rapid development of educational technology that is not accompanied by sufficient collaborative spaces for teachers. These conditions contribute to uneven learning quality, difficulties in carrying out project-based learning, and an increased adaptive burden for teachers. The study also identifies several transformative efforts, including strengthening teachers’ professional literacy, developing innovative and contextual learning media, and expanding community-based collaborative networks. In this context, BASAsulsel Wiki serves as a collaborative ecosystem that provides digital learning resources, facilitates cross-sector dialogue through Youth Conferences, and promotes public participation through Wikithon initiatives addressing educational and social issues. This study underscores the importance of multi-stakeholder collaboration in supporting educational transformation and highlights the need for adaptive ecosystems to foster learning that is innovative, inclusive, and socially responsive. Keywords: Teacher Roles, Merdeka Curriculum, Educational Collaboration
Etika Bermedia Sosial: Peningkatan Pemahaman Penggunaan Media Sosial Dalam Membangun Generasi Yang Bertanggung Jawab Syarifuddin; Andika Marsuki; Nursalim Nursalim; Ibrahim; Sidrah Afriani Rachman
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3039

Abstract

This Community Service (PKM) activity aims to improve understanding and ethics in the use of social media as an effort to foster a responsible generation among students. This activity was carried out online via Zoom Cloud Meeting, involving students at Campus VI of the Elementary School Teacher Education Program, Faculty of Education, Makassar State University. Based on the results of the pre-test and post-test, there was a significant increase in participants' understanding of the appropriate and responsible use of social media, as well as their awareness of the importance of implementing ethics in interacting on social media. This activity successfully increased the understanding and ethics of social media use in fostering a responsible generation. This program is expected to serve as a reference or model in efforts to improve social media literacy and ethics among students in facing the dynamics of communication in the digital era.
Kurikulum Responsif Budaya Sebagai Strategi Penguatan Identitas Lokal Dalam Pendidikan Indonesia Nurfadhila idham; Ahmadin; Ibrahim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kurikulum responsif budaya serta strategi penguatan identitas lokal dalam konteks pendidikan Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kajian pustaka, penelitian ini menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan tema kurikulum berbasis budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum responsif budaya merupakan pendekatan yang menempatkan budaya lokal sebagai landasan dalam perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan pembelajaran. Integrasi budaya dalam kurikulum terbukti mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap identitas budaya, memperkuat karakter, dan mengembangkan keterampilan sosial melalui pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan mereka. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi tiga strategi utama dalam penguatan identitas lokal melalui pendidikan, yaitu pengembangan kurikulum berbasis pemetaan budaya, pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogis berbasis budaya, serta integrasi konten budaya dalam berbagai mata pelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa kurikulum responsif budaya memiliki relevansi strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi sekaligus memastikan keberlanjutan budaya lokal di lingkungan pendidikan
Asesmen Yang Adil Secara Budaya (Culturally Fair Assessment): Konsep, Tantangan, Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Muh. Abid Mustahar. AM; Ahmadin; Ibrahim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13665

Abstract

Asesmen yang adil secara budaya merupakan komponen penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan setara, terutama di tengah keragaman budaya, bahasa, serta latar sosial ekonomi peserta didik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen sering memuat bias budaya, baik melalui bahasa, konteks soal, maupun asumsi kognitif yang diambil dari budaya dominan. Bias ini berpotensi menurunkan validitas hasil penilaian dan menghambat peserta didik dari kelompok tertentu untuk menunjukkan kemampuan mereka secara autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep asesmen yang adil secara budaya, tantangan implementasinya, serta implikasinya bagi praktik pendidikan. Menggunakan metode kajian pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai artikel ilmiah, baik artikel nasional maupun internasional, laporan kajian psikometrik, serta penelitian pendidikan lintas budaya untuk mengidentifikasi pola bias asesmen dan strategi pengembangannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor bahasa, konteks budaya, serta struktur kognitif dalam instrumen asesmen merupakan tantangan utama yang berdampak pada performa peserta didik. Selain itu, adaptasi instrumen tes dari konteks Barat ke lingkungan multikultural memerlukan rekonstruksi menyeluruh untuk menjamin validitas lintas budaya. Strategi penting dalam mewujudkan asesmen yang adil secara budaya meliputi penggunaan bahasa yang jelas dan netral, penyesuaian konteks, pelibatan ahli budaya, penggunaan asesmen alternatif, serta penyediaan akomodasi bagi peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen yang responsif budaya tidak hanya meningkatkan keadilan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan motivasi, partisipasi, dan kesetaraan hasil belajar di berbagai konteks pendidikan.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERAN RT-RW DALAM MITIGASI BENCANA RAWAN BANJIR DI WILAYAH TAMARUNANG INDAH 1 KABUPATEN GOWA Sri Mawar; Rusdi; Ibrahim
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13824

Abstract

His study aims to analyze: 1) Description of RT-RW contribute mitigation efforts the Tamarunang Indah 1 Area Gowa Regency. 2) factors influencing community perceptions of RT-RW in mitigation. And 3) Community perceptions of RT-RW in mitigation. Research employed descriptive qualitative method. data collection methods included observation, interviews, and documentation. Data analysis involved data reduction, data presentation, and accurate findings. The research findings reveavaled the following: indicate that: 1) The description RT-RW is reflected through their involvement in coordinating community service activities for cleaning drainage channels, monitoring environmental conditions during periods of high rainfall, and delivering information to residents through direct communication as well as neighborhood group media. 2) Community perceptions are influenced by experiences in facing floods, communication between RT-RW and residents, and community’s preparedness in responding to potential flooding. 3) public perception of the role of RT-RW in flood disaster mitigation shows that RT-RW is seen as a party that understands local conditions, is aware of flood-prone areas, and is involved in monitoring and mobilizing flood prevention efforts. These findings illustrate the involment of TR-RW and community perceptions in flood risk management at the neighborhood level.