Degradasi adab peserta didik di era digital menjadi tantangan bagi pendidikan dasar karena penggunaan teknologi dan media sosial dapat memengaruhi perilaku, etika, dan karakter. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis integrasi nilai-nilai keislaman dalam Kurikulum Merdeka untuk membangun adab peserta didik di SDIT Al Azhar 32 Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman dilaksanakan melalui empat strategi: pembiasaan ibadah dan literasi Al-Qur’an; penguatan kepedulian terhadap lingkungan berbasis nilai Islam; sinergi pendidikan adab antara sekolah, keluarga, dan masyarakat; serta integrasi nilai adab dalam media digital, buku, dan modul pembelajaran. Penerapan strategi secara holistik dan berkelanjutan mendukung pembentukan adab peserta didik dalam kehidupan nyata maupun ruang digital. Model ini dapat menjadi alternatif penguatan karakter dan adab dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.